Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Mendidik di Tengah Zaman yang Tak Mau Dididik

by Muhamad Wahyu
Oktober 15, 2025
in OPINI
Mendidik di Tengah Zaman yang Tak Mau Dididik

Penulis : Fajri Maulana

Warga Provinsi Banten

Judul-judul berita bertebaran di layar ponsel: “Kepala SMA di Banten Tampar Murid Merokok, Proses Dinonaktifkan.” Narasinya sederhana, ada kekerasan di sekolah, ada korban, dan pemerintah menindak. Kasus pun dianggap selesai.

Tetapi di balik satu tamparan itu, sesungguhnya ada cerita yang lebih dalam, yaitu tentang kegelisahan moral, tentang otoritas pendidikan yang kian kehilangan wibawa, dan tentang masyarakat yang semakin gemar menilai tanpa memahami konteks.

Baca Juga

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Bupati Serang: Pesantren Ramadan Cetak Generasi Berkarakter

Bupati Serang: Pesantren Ramadan Cetak Generasi Berkarakter

Maret 5, 2026

Mari kita jujur, menampar murid memang bukan tindakan ideal. Namun mari pula kita jujur dengan sisi lain kenyataan, seorang murid merokok di lingkungan sekolah, tempat yang seharusnya menjadi ruang pembentukan karakter, bukan arena pelanggaran etika.

Apa yang dilakukan kepala sekolah itu mungkin salah di mata hukum administratif, tapi sulit untuk dikatakan sepenuhnya salah dalam kacamata moral pendidik yang berjuang menjaga batas antara disiplin dan kelonggaran yang nyaris tak berbatas.

Tamparan itu bukan lahir dari kebencian, melainkan dari kegelisahan seorang guru yang melihat nilai-nilai dasar mulai runtuh di hadapannya. Ia mungkin salah cara, tetapi tidak salah niat.

Dalam situasi di mana kata-kata sudah tak lagi didengar dan aturan sekolah dianggap formalitas, banyak guru terjebak dalam dilema yang tak tertulis, bagaimana menegakkan moral tanpa kehilangan kemanusiaan?

Sayangnya, masyarakat kini menilai dengan kaca mata tunggal, setiap tindakan keras otomatis dicap kekerasan, setiap teguran tegas dianggap pelanggaran HAM. Padahal pendidikan sejati tidak lahir dari kelembekan, tetapi dari keseimbangan antara kasih dan ketegasan.

Jika semua bentuk disiplin dianggap kekerasan, maka jangan heran jika sekolah berubah menjadi tempat yang takut menegur, takut menanamkan nilai, dan akhirnya takut mendidik.

Langkah Gubernur Banten Andra Soni yang berencana untuk menonaktifkan kepala sekolah tersebut bisa dipahami sebagai sikap administratif serta bentuk kehati-hatian politik di tengah tekanan publik.

Namun akan menjadi tragis bila tindakan itu berhenti sebagai simbol hukuman, tanpa keberanian meninjau akar masalahnya.

Lemahnya sistem pendisiplinan di sekolah, kerapuhan komunikasi moral antara guru dan murid, serta absennya dukungan negara terhadap pendidik yang berani menegakkan nilai.

Kepala sekolah itu tidak sedang menegakkan kekuasaan; ia sedang mempertahankan martabat pendidikan yang kian pudar. Ia tidak sedang memukul, melainkan berteriak lewat tamparan, bahwa pendidikan telah kehilangan taringnya.

Bahwa wibawa guru sedang sekarat di tangan sistem yang lebih sibuk menjaga citra daripada menjaga karakter.

Kita hidup di masa ketika murid bisa melawan guru dengan ponsel, dan setiap tindakan guru bisa dipotong, direkam, lalu diviralkan tanpa konteks. Masyarakat pun segera berperan sebagai hakim digital, sementara niat baik seorang pendidik terkubur dalam opini yang riuh.

Padahal, pendidikan bukanlah panggung untuk memuaskan publik, melainkan ruang sunyi untuk menanamkan nilai kadang dengan kata lembut, kadang dengan teguran keras.

Pada akhirnya, yang perlu kita renungkan bukanlah kerasnya tamparan itu, melainkan lemahnya fondasi moral bangsa ini. Di saat seorang pendidik dipersoalkan karena menegur, sementara pelanggaran murid justru dilupakan, kita sedang menyaksikan terbaliknya logika moral dalam pendidikan.

Tamparan itu seharusnya menggema ke ruang yang lebih luas, ruang kebijakan, ruang keluarga, ruang masyarakat yang kian permisif terhadap perilaku salah.

Mungkin kepala sekolah itu salah langkah. Tapi di tengah kebisingan zaman yang kehilangan arah, ia tetap berani mengambil sikap. Dan keberanian itu meski disalahpahami merupakan sesuatu yang semakin langka dalam dunia pendidikan kita hari ini.

Karena pada akhirnya, tugas seorang pendidik bukan untuk disukai, tapi untuk mendidik. Kadang, cinta kepada murid tidak selalu berbentuk belaian lembut, melainkan teguran yang mengguncang kesadaran. Tamparan itu mungkin keras, tapi barangkali, justru di situlah sisa-sisa nurani pendidikan masih bertahan.

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
EKONOMI

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Bupati Serang: Pesantren Ramadan Cetak Generasi Berkarakter
KESRA

Bupati Serang: Pesantren Ramadan Cetak Generasi Berkarakter

Maret 5, 2026
GAYA HIDUP

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Sampah Tirtayasa

Maret 5, 2026
PEMERINTAHAN

Gelontorkan Rp75 Miliar, dari PNS sampai PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Kebagian THR

Maret 5, 2026
Next Post
Diwisuda S3, Sahroni Muncul Pakai Toga

Diwisuda S3, Sahroni Muncul Pakai Toga

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh