LEBAK, BANPOS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan penonaktifan Kepala Sekolah di Cimarga pasca viralnya kasus dugaan pemukulan siswa oleh Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak.
Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Lebak, Gugun Nugraha, mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan demi memastikan bahwa proses belajar-mengajar di sekolah tersebut kembali berjalan normal mulai besok.
“Pak Sekda sudah mengeluarkan statement terkait status pola sekolah SMA Negeri 1 Cimarga. Ini menjadi langkah cepat Pemprov Banten agar peserta didik segera kembali melaksanakan kegiatan belajar-mengajar sebagaimana mestinya,” ujar Gugun kepada wartawan, Selasa (14/10).
Terkait informasi penonaktifan kepala sekolah, Gugun mengaku hingga saat ini belum menerima surat keputusan (SK) resmi maupun surat tugas dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
“Informasi penonaktifan memang sudah beredar di media sosial sejak hari ini, namun sampai saat ini saya belum menerima informasi lanjutan terkait SK-nya. Mudah-mudahan segera turun hari ini,” katanya.
Gugun menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara terhadap dugaan pemukulan sudah selesai dan telah dilimpahkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk ditindaklanjuti.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan berita acara hasilnya telah dilimpahkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Selanjutnya menjadi bahan kebijakan di tingkat pimpinan provinsi,” jelasnya.
Kasus ini mencuat setelah video dugaan pemukulan siswa oleh kepala sekolah beredar luas di media sosial. Insiden tersebut memantik reaksi keras dari para siswa hingga menimbulkan aksi mogok sekolah selama dua hari berturut-turut.
“Pemantiknya memang dari viralnya dugaan pemukulan itu. Tapi sekarang kami fokus agar kegiatan belajar kembali normal,” ujar Gugun.
Terkait laporan ke pihak kepolisian, Gugun menegaskan bahwa hal itu menjadi hak orang tua siswa.
“Kami menghormati dan menghargai proses hukum yang berlaku. Kalau orang tua siswa melapor, itu adalah hak mereka,” terangnya.
Ia menegaskan, seluruh pihak di lingkungan sekolah, mulai dari dewan guru, komite sekolah, hingga para orang tua, diminta untuk mendorong para siswa kembali aktif mengikuti kegiatan belajar.
“Saya meminta seluruh guru dan stakeholder setempat mendorong peserta didik agar mulai besok aktif seperti biasa melaksanakan kegiatan belajar di sekolah,” tandasnya. (*)







Discussion about this post