LEBAK, BANPOS – Aksi mogok sekolah yang dilakukan para siswa SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, sejak Senin (13/10), disebut bukan murni kehendak pelajar.
Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Pitria, mengungkap adanya dugaan pihak tertentu yang mengatur aksi tersebut dari belakang layar.
“Saya sih tidak mau apriori. Tapi, saya dapat bocoran bahwa memang ada backing di balik aksi ini,” kata Dini kepada wartawan.
Dini menjelaskan, sejak aksi mogok berlangsung, sebanyak 19 ruang kelas tampak kosong tanpa kegiatan belajar. Meski demikian, para guru tetap hadir dan menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Kami tetap bekerja dan melayani. Saya sudah minta para guru menjaga agar kegiatan belajar tetap kondusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah sebenarnya telah berupaya mengajak siswa kembali bersekolah dan berkoordinasi dengan para orang tua murid.
Namun, ajakan itu belum direspons positif oleh para siswa.
“Sekolah sudah berkomunikasi dengan orang tua, tapi anak-anak masih memilih tidak masuk,” tuturnya.
Dini menegaskan, pihaknya akan terus berupaya menenangkan situasi agar kegiatan belajar mengajar kembali normal.
“Kami berharap suasana bisa kondusif lagi, karena yang dirugikan tetap siswa,” tandasnya. (*)







Discussion about this post