JAKARTA, BANPOS – Pemerintah terus melakukan perbaikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah menyebar 5 ribu chef profesional, bahan dan menu MBG juga makin diperketat. Tak hanya itu, dapur tempat masak juga dipercantik, agar kasus keracunan massal tidak terulang lagi.
Evaluasi dan perbaikan program MBG ini melibatkan lintas kementerian. Mulai dari Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sampai Badan Pangan Nasional (Bapanas). Semua bergerak dalam satu komando: pastikan makanan anak sekolah aman, sehat, dan bergizi.
Sejak kasus keracunan massal, evaluasi besar-besaran dilakukan. Setiap bahan makanan kini wajib lolos uji kelayakan dan sertifikasi dari dinas kesehatan setempat sebelum bisa masuk dapur produksi MBG.
Penyusunan menu pun mengikuti panduan Isi Piringku dan prinsip B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman). Termasuk satu hal yang kini wajib ada di MBG, yakni susu.
“Susu merupakan paket gizi lengkap dengan 13 zat esensial seperti protein, kalsium, dan vitamin D. Kandungan ini penting bagi anak sekolah untuk pertumbuhan tulang, perkembangan otak, dan imunitas tubuh,” ujar Epi Taufik, Tim Pakar Bidang Susu BGN, dalam keterangan pers, Minggu (12/10/2025).
Pengecekan silang dilakukan setiap hari oleh tim keamanan pangan di dapur MBG. Setiap perubahan menu atau bahan pengganti harus mendapat persetujuan dari BGN.
Pelaporan digital lewat aplikasi MBG-Safe juga diterapkan untuk mencatat keluhan atau kejadian luar biasa (KLB) maksimal dua jam setelah kejadian. Sistem ini memastikan makanan yang diterima anak sekolah aman dan sesuai standar gizi nasional.
Dalam memperkuat pengawasan di lapangan, Pemerintah membentuk Satgas Keamanan Pangan di tingkat provinsi, kabupaten, hingga kecamatan. Satgas ini beranggotakan unsur Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, dan pemerintah daerah.
Tugas mereka antara lain melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur MBG, mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium, serta memberi pelatihan penyimpanan dan pengolahan bahan makanan yang benar.
Pemerintah juga menugaskan 5.000 juru masak profesional dari Indonesian Chef Association (ICA) ke berbagai dapur MBG di Indonesia. Mereka melatih juru masak lokal agar paham standar kebersihan, teknik memasak higienis, dan pengolahan bahan bergizi. (*)



Discussion about this post