LEBAK, BANPOS – Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Lebak yang berjumlah sekitar 3.204 orang dilibatkan penanganan stunting atau kekerdilan yang dialami anak-anak akibat gagal tumbuh.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas P2KBP3A Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, menyebut para kader TPK yakni Bidan Desa, kader Keluarga Berencana (KB), dan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) melakukan pendataan dan pencatatan di lapangan.
Menurut Tuti, kader TPK melakukan rujukan jika ditemukan ibu hamil mengalami anemia, untuk mendapatkan tablet tambah darah (TTD) maupun kurang energi kronik (KEK), dengan memberikan asupan gizi.
Yang didata yakni, calon pengantin, ibu hamil, pasca ibu hamil, pengukuran tubuh badan, pembagian makanan, dapur sehat, dan pemeriksaan balita.
Begitu juga bagi masyarakat yang mengalami kurang gizi, mendapatkan ketersediaan pangan melalui kader PKK dengan memberikan pembenihan pertanian, perikanan, dan peternakan.
“Kita berharap penanganan TPK dari konvergensi paling bawah dapat ditangani, sehingga tidak melahirkan kasus baru stunting,” katanya.
Ia menuturkan, selama ini kader TPK garda terdepan di tingkat bawah untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting dan memiliki tanggungjawab, untuk melakukan pelaporan data dan pencatatan.
Pasalnya, pelaporan data dan pencatatan itu menjadi bagian integral untuk mengatasi stunting secara akurat, terpadu, terintegrasi dan tepat sasaran di lapangan.
“Kita tidak bisa bekerja untuk mengendalikan stunting jika tidak memiliki data akurat. Jadi para kader TPK, setelah melakukan penanganan stunting di tingkat desa/kelurahan, kemudian melaporkan kepada tim koordinasi penanganan stunting tingkat kecamatan masing-masing. Mereka juga mendapatkan honor dan operasional,” jelas Tuti.
Kata dia, pemerintah daerah berkomitmen agar balita jangan sampai mengalami stunting, sebab stunting berdampak terhadap kemajuan bangsa.
“Karena orang yang sudah positif stunting dipastikan memiliki keterlambatan cara berpikir, juga IQ sangat rendah. Dan Kami minta kader TPK bisa bekerja keras agar tidak ada lagi kasus baru stunting,” tandas Tuti.
Diketahui, berdasarkan data aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), kasus stunting di Kabupaten Lebak sampai April 2025 tercatat sebanyak 4.246 bayi (4,18 persen), dari hasil pengukuran dan penimbangan kepada sebanyak 101.513 bayi. (*)







Discussion about this post