TANGERANG, BANPOS – Kekhawatiran menyelimuti para orang tua siswa SMAN 15 Kota Tangerang yang berlokasi di Kecamatan Periuk. Sekolah yang berdiri di tepi Kali Sabi itu dinilai sudah tak layak digunakan dikarenakan rawan banjir dan mengalami keretakan bangunan di sejumlah titik.
Setiap musim hujan datang, ancaman banjir menjadi momok bagi para siswa dan guru. Air luapan Kali selalu menggenangi area sekolah hingga mengganggu aktivitas belajar. Kondisi bangunan yang mulai retak dan miring mebuat para orang tua cemas.
“Kami khawatir kalau nanti terjadi sesuatu, seperti insiden di pondok pesantren di Sidoarjo itu,” kata seorang wali murid yang enggan disebut namanya, Rabu (8/10/2025). “Kalau hujan deras, air dari Kali Sabi pasti meluap. Bangunannya juga sudah retak. Jangan sampai menunggu ada korban baru bertindak,”harapnya.
Ia mengatakan, para orang tua telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak sekolah maupun pemerintah. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret yang benar-benar menjawab kekhawatiran mereka. “Kami hanya ingin anak-anak belajar dengan tenang dan aman,” ujarnya. “Kalau sudah tahu bangunannya rawan, seharusnya segera ada relokasi.”
Kepala SMAN 15 Kota Tangerang, Niniek Nurcahya, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengakui bahwa persoalan banjir di kawasan Periuk memang sudah menjadi langganan. “Dari dulu wilayah sini memang langganan banjir. Puncaknya itu lima tahun lalu, airnya tinggi sampai sekolah harus diliburkan,” ujar Niniek, Kamis (2/10/2025).
Meski begitu, Niniek tetap mengapresiasi semangat para siswa yang tetap berusaha datang ke sekolah di tengah kondisi yang sulit. “Kami fleksibel. Saat musim banjir, anak-anak yang masih semangat datang ke sekolah tetap kami terima. Itu semangat luar biasa,” katanya.
Namun, Niniek tak menampik bahwa masalah ini membutuhkan solusi jangka panjang. Menurutnya, perlu ada perhatian serius dari pemerintah agar keselamatan dan kenyamanan siswa bisa terjamin.
Gubernur Banten Andra Soni sudah meninjau lokasi sekolah pada Kamis (2/10/2025). Ia memastikan pemerintah provinsi akan mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan di SMAN 15 Kota Tangerang. “Kerusakan bangunan ini disebabkan oleh pergeseran tanah yang sudah terdeteksi sejak 2016,” ungkapnya.
Warga sekitar dan para orang tua siswa menyambut baik langkah cepat pemerintah, meski tetap berharap rencana tersebut benar-benar direalisasikan dalam waktu dekat. “Sudah lama kami mengeluh soal ini. Setiap hujan datang, kami waswas. Kalau memang pemerintah mau relokasi, ya segera saja. Jangan menunggu sampai ada korban,” kata Sutrisno, salah satu warga sekitar sekolah. (*)

Discussion about this post