JAKARTA, BANPOS – Pada perdagangan pagi ini nilai tukar Dolar AS semakin memuncak sedangkan nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah turun 0,33 persen ke level Rp 16.615 per dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, perdagangan kemarin rupiah ditutup di level Rp 16.561 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS tercatat bervariasi. Dolar Hong Kong turun 0,01 persen, yen Jepang melemah 0,36 persen, ringgit Malaysia minus 0,21 persen, dolar Singapura minus 0,15 persen, won Korea Selatan melemah 0,41 persen, baht Thailand turun 0,10 persen, dan dolar Taiwan terkoreksi 0,21 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama menguat 0,30 persen ke level 98,57. Adapun nilai tukar rupiah terhadap mata uang lain tercatat melemah 0,03 persen terhadap euro (Rp 19.304), melemah 0,13 persen terhadap poundsterling Inggris (Rp 22.156), namun menguat 0,22 persen terhadap dolar Australia (Rp 10.897).
Analis pasar keuangan Lukman Leong menjelaskan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih ditopang oleh pernyataan Federal Reserve (The Fed) yang bernada hawkish.
“Pernyataan hawkish dari pejabat The Fed Jeff Schmid dan Neel Kashkari, yang menentang pemangkasan suku bunga, menguatkan posisi dolar,” jelas Lukman, Rabu (8/10/2025).
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.500 hingga Rp 16.650 per dolar AS sepanjang hari ini. (*)

Discussion about this post