SERANG, BANPOS – Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Serang, Asep Nadjmutsakieb, mempertanyakan dasar kebijakan Puskesmas yang lebih dulu mengarahkan calon jemaah haji ke fasilitas kesehatan swasta.
Padahal, Kota Serang telah memiliki RSUD, yang dapat dijadikan sebagai rujukan dalam pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji.
Ia pun mendesak agar Dinkes maupun Sekda Kota Serang segera memanggil Kepala UPT Puskesmas terkait, untuk meminta klarifikasi.
“Kenapa Puskesmas hanya memberikan rujukan ke tiga fasilitas kesehatan swasta, tidak memasukkan pilihan RSUD Kota Serang? Ada apa ini? Padahal surat edaran Walikota sudah jelas. Tapi warganya keburu diarahkan ke swasta. Bagaimana ini?” tegas Asep.
Asep juga mengingatkan agar pejabat terkait tidak bermain-main dengan instruksi maupun surat edaran resmi Walikota.
Ia bahkan mengaku khawatir ada praktik tidak sehat di balik keputusan tersebut.
“Saya khawatir ada dugaan kongkalingkong antara UPT dan Dinkes. Karena itu, harus ada pihak yang bertanggung jawab,” katanya.
Menurutnya, kasus ini harus menjadi perhatian serius Walikota Serang. Ia menilai, evaluasi terhadap kinerja Kepala UPTD Puskesmas dan Kepala Dinas Kesehatan mutlak dilakukan agar kebijakan pelayanan publik tidak tumpang tindih.
“Saya kira Walikota harus me-review kinerja para kepala UPTD dan Kepala Dinkes. Ada fasilitas kesehatan sendiri, kok malah diarahkan ke swasta,” tandasnya. (*)







Discussion about this post