TANGERANG, BANPOS – Wali kota Tangerang Sachrudin merasa gusar mendapati anak buahnya, khususnya para camat dan lurah tidak satu pun yang mengikuti apel pagi. Padahal, apel pagi merupakan sarana menyerap informasi dari berbagai sumber.
Sachrudin menjadi pembina apel pada Senin Pagi (6/10). Awalnya tidak ada yang nampak berbeda pada apel hari ini. Seperti halnya apel-apel yang rutin dilaksanakan, ratusan pegawai nampak berbaris di halaman Plaza Puspem Kota Tangerang.
Hingga akhirnya orang nomor 1 di Kota Tangerang memberikan amanatnya. “Yang saya hornati Pak Wakil Wali kota, yang saya hormati Pak Sekda, yang saya hormati para kepala OPD,” ujar Sachrudin mengawali amanatnya.
“Yang saya hormati para camat.., “ujarnya seraya menghentikan sejenak kalimatnya melihat ada sesuatu yang “kurang”.
“Ini camat nggak ada yang ikut apel?” tanyanya menyadari tak seorang pun camatnya yang hadir.
“Lurah juga nggak ada yang ikut?” tanya lagi begitu melihat barisan lurah juga kosong. Padahal papan satker Lurah dipampang pada sisi paling timur lapangan apel.
“Pak Wakil, Pak Sekda, apa nggak diinformasikan kalau harus ikut apel?” tanya Sachrudin kepada Wakil dan Sekdanya.
Dia mengingatkan bahwa apel pagi khususnya pada minggu pertama setiap bulan para Camat dan Lurah mesti hadir.
“Apel menjadi sarana untuk menyerap informasi yang terjadi di masyarakat,” terangnya.
Akibat ketidakhadiran para camat dan lurah, Sekda Herman Suwarman kemudian “ditegur”. “Pak Sekda, ke depan ini nggak boleh terulang lagi,” jelasnya. Selain ihwal ketidakhadiran Camat dan Lurah, dalam kesempatan itu, dia juga sempat menyoroti posisi barisan apel.
“Ini formasi barisnya memang permanen begini? Ke depan ditukar, gantian biar merasakan sinar matahari juga,” jelasnya.
Sachrudin mengingatkan bahwa selain rutinitas, apel merupakan bentuk kedisiplinan pegawai sehingga diharapkan mereka tidak menggampangkan dengan tidak melaksanakan kewajiban tersebut. (*)





Discussion about this post