Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Puskesmas Kangkangi SE Walikota Serang Soal Lokasi Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji

by Taufiq Solehudin
Oktober 6, 2025
in KESEHATAN, PEMERINTAHAN
Puskesmas Kangkangi SE Walikota Serang Soal Lokasi Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji

SERANG, BANPOS – Imbauan pemeriksaan calon jemaah haji di Kota Serang menuai polemik. Pasalnya, ada instruksi yang bertentangan antara pihak Puskesmas dengan RSUD Kota Serang.

Dimana masing-masing pihak memberikan rujukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan yang berbeda.

Baca Juga

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Pemkot Serang Siapkan Rp45 Miliar Untuk THR PNS Dan PPPK

Maret 4, 2026
Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026

Berdasarkan informasi yang diperoleh BANPOS, salah satu Puskesmas di Kota Serang, UPTD Puskesmas Walantaka, mengimbau kepada seluruh calon jemaah haji untuk melakukan pemeriksaan labolatorium di RS Andalucia pada Sabtu dan Minggu, 4–5 Oktober 2025.

Pemeriksaan itu dilakukan dalam rangka memastikan kesehatan para calon jemaah haji sebelum dilakukan pemerangkatan ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi.

Adapun biaya pemeriksaan yang dikenakan cukup variatif, berkisar di angka Rp845 ribu untuk calon jemaah haji pria. Sementara untuk calon jemaah haji perempuan dikenakan biaya sebesar Rp860 ribu.

Namun tak lama setelah imbauan itu disampaikan, pihak RSUD Kota Serang mengeluarkan surat edaran dengan nomor 400.7/37-RSUD/SE/X/2025 dengan ditandatangani oleh Walikota Serang, Budi Rustandi.

Di dalam surat edaran tersebut berisi arahan kepada seluruh Puskesmas di Kota Serang untuk memberikan rujukan pemeriksaan labolatorium para calon jemaah haji ke RSUD Kota Serang.

Mendapat informasi tersebut BANPOS pun kemudian mencoba menghubungi Kepala UPTD Puskesmas Walantaka, Nuramang, untuk mengkonfirmasi.

Kepada BANPOS ia menjelaskan, imbuan pemeriksaan ke rumah sakti swasta itu muncul sebelum adanya surat edaran dari pihak RSUD Kota Serang.

“Iya sebelumnya belum ada imbauan untuk ke RS kotanya pak,” kata Nuramang melalui pesan singkat WhatsApp yang dikirim pada Minggu (5/10).

Kemudian ia juga menjelaskan, sebelum dipilihnya RS Andalucia sebagai fasilitas kesehatan rujukan, pihaknya telah menentukan tiga nama fasilitas kesehatan.

Tiga fasiltias kesehatan itu antara lain RS Jannah, Labolatorium Klinik Prodia, dan RS Andalucia.

Namun dari ketiga fasilitas tersebut, UPTD Puskesmas Walantaka memilih RS Andalucia sebagai fasilitas rujukan pemeriksaan.

Alasannya karena harga pelayanan yang diberikan oleh pihak RS Andalucia jauh lebih terjangkau bila dibandingkan dengan dua fasilitas kesehatan lainnya.

“Kami lihat dari ketiga pilihan itu RS Andalucia lebih ekonomis,” ujarnya kepada BANPOS pada Minggu (5/10).

Namun ketika ditanya mengenai harga yang dibebankan kepada para calon jemaah haji, Nuramang tidak menjawabanya.

Akan tetapi, Nuramang mengaku, setelah adanya surat edaran tersebut pihaknya telah membatalkan pemberian rujukan ke rumah sakit swasta itu dan mengalihkannya ke RSUD Kota Serang sesuai dengan arahan yang diberikan.

“Setelah ada arahan ke RSUD kota, akan kami arahkan ke sana,” ucapnya.

Sementara itu BANPOS berusaha untuk menghubungi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, untuk meminta penjelasan mengenai adanya perbedaan pemberian imbuan tersebut.

Pada saat pertama dihubungi sekitar pukul 13.46 WIB, yang bersangkutan mengaku sedang tidak bisa menerima panggilan karena tengah mengemudi.

Namun pada sore harinya sekitar pukul 16.29 WIB dia tidak menggubris pesan WhatsApp dan telepon yang ditujukan padanya. Padahal status WhatsApp yang bersangkutan tengah aktif.

Selain menghubungi Kepala Dinkes Kota Serang, BANPOS pun juga berusaha menghubungi Direktur Utama RSUD Kota Serang, Muammar.

Sama seperti Ahmad Hasanuddin, Muammar pun juga tidak merespon pesan singkat dan telepon yang ditujukan kepadanya berulang kali. (*)

Tags: Kota SerangPemkot SerangRSUD Kota Serang
ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Pemkot Serang Siapkan Rp45 Miliar Untuk THR PNS Dan PPPK

Maret 4, 2026
Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?
PEMERINTAHAN

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026
Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu
PEMERINTAHAN

Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu
PEMERINTAHAN

Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Next Post
UNIBA Gelar Outdoor Activity dalam Rangkaian Kegiatan PKKMB 2025

UNIBA Gelar Outdoor Activity dalam Rangkaian Kegiatan PKKMB 2025

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh