JAKARTA, BANPOS – Pihak Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, melakukan pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu, menyusul laporan warga yang terjangkit penyakit tersebut.
“Kami ambil langkah cepat yang dilakukan berupa kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) massal, fogging atau pengasapan dan kerja bakti, yang melibatkan semua unsur terkait, seperti Puskesmas, kader Jumantik, kader PKK, RT/RW dan lainnya,” kata Lurah Pulau Untung Jawa Sidartawan di Jakarta, Senin
Dia memaparkan pihak Kelurahan Pulau Untung Jawa bersama puskesmas setempat melakukan sejumlah kegiatan untuk menekan penyebaran DBD, salah satunya melalui PSN massal selama tiga hari berturut-turut,.
Pihaknya juga melakukan pengawasan kepada setiap warga serta melakukan penyelidikan epidemiologi di Pulau Onrust untuk mencegah penyebaran dari pekerja yang terjangkit DBD.
Berdasarkan hasil investigasi, tidak ada penderita DBD di Pulau Onrust, dan pihak kelurahan, bekerja sama dengan Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu memberikan peningkatan kapasitas keterampilan kader Jumantik.
Menurut Sidartawan, setelah berkomunikasi dengan pihak puskesmas, diketahui penyebaran DBD dimulai oleh penderita yang datang dari daratan. Data per Juli 2025 menunjukkan adanya penderita DBD, tetapi saat ini penderita tersebut sudah tidak lagi berada di Pulau Untung Jawa.
Meski demikian, pihaknya terus melakukan kegiatan sosialisasi DBD untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut.
Sosialisasi itu, sambung dia, dilakukan dengan memberikan informasi tentang cara penularan, gejala, serta tindakan pencegahan yang dapat dilakukan, terutama melalui gerakan PSN dengan prinsip 3M Plus yang dijalankan setiap Selasa dan Jumat.
Sementara itu, tokoh masyarakat Pulau Untung Jawa Robin menuturkan Kelurahan Pulau Untung Jawa kerap melakukan sejumlah kegiatan pencegahan DBD, di antaranya fogging, PSN dan lainnya.
Dia menilai kehadiran pihak Kelurahan Pulau Untung Jawa dalam menangani penderita DBD dirasakan secara langsung, terutama saat anaknya terkena DBD pada Juli 2025.
“Respons pihak Kelurahan Pulau Untung Jawa sangat cepat dalam membantu kebutuhan masyarakat yang terkena DBD,” ungkap Robin. (*)



Discussion about this post