SERANG, BANPOS – Dalam Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Banten, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Banten memberikan apresiasi terhadap arah kebijakan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur A. Dimyati Natakusumah dalam memimpin Provinsi Banten.
Namun, ICMI juga menyampaikan sejumlah catatan kritis agar program pembangunan berjalan lebih merata dan efektif.
Ketua ICMI Orwil Banten, Eden Gunawan, menilai delapan program unggulan yang digagas duet Andra–Dimyati seperti Banten Bagus, Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, dan Banten Melayani merupakan fondasi penting menuju pembangunan Banten yang lebih maju dan bersih.
“ICMI mengapresiasi kerja keras Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati yang menunjukkan langkah nyata membangun Banten yang lebih maju dan bersih. Kami siap menjadi mitra strategis untuk memastikan kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” ujar Eden, dalam keterangan yang diterima BANPOS pada Minggu (5/10).
Sekretaris ICMI Banten, Rohman, menambahkan, visi kepemimpinan Andra–Dimyati sejalan dengan semangat reformasi pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan yang juga diusung pemerintah pusat.
Ia menilai langkah cepat Pemprov Banten menyiapkan Raperda RPJMD 2025–2029 sebagai sinyal positif kesiapan birokrasi dalam menata arah pembangunan jangka menengah.
Dalam hasil mini risetnya, ICMI Banten mencatat sejumlah capaian di awal kepemimpinan Andra–Dimyati.
Pada sektor infrastruktur, program Banten Bagus melalui Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) dan Jalan Usaha Tani (JUT) disebut berdampak pada peningkatan konektivitas dan penurunan biaya logistik.
Pembangunan jalan di delapan titik sepanjang 12 kilometer serta JUT di Wanasalam, Lebak, menjadi bukti upaya pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Di bidang pendidikan, program Banten Cerdas dengan kebijakan Sekolah Gratis bagi SMA/SMK dan MA swasta dinilai membantu keluarga berpenghasilan rendah.
Hingga pertengahan 2025, tercatat lebih dari seribu sekolah telah bergabung dalam program tersebut.
Sementara di sektor kesehatan, program Banten Sehat dinilai memperkuat layanan publik lewat pembangunan RSUD Irsjad Djuwaeli di Pandeglang, penyediaan fasilitas radioterapi di RSUD Banten, serta dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, Pemprov Banten juga mencatat keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk kesembilan kalinya serta mencapai rasio kemandirian fiskal 70,69 persen, tertinggi secara nasional.
Meski begitu, ICMI menyoroti sejumlah kendala di lapangan. Menurut Eden, masih ada ketimpangan pelaksanaan program, terutama di wilayah pedesaan dan perbatasan yang belum merasakan hasil pembangunan secara merata.
“Perlu percepatan dan peningkatan koordinasi antara Pemprov dan kabupaten/kota agar program benar-benar berdampak pada masyarakat bawah,” ujarnya. (*)

Discussion about this post