SERANG, BANPOS – Pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Serang heboh. Pasalnya, saldo rekening Bank Banten mereka tiba-tiba terpotong tanpa sebab.
Hal itu mereka sadari pada hari Rabu (1/10) saat waktu gajian tiba. Beberapa dari mereka mengaku, ketika memeriksa aplikasi m-banking Bank Banten (Jawara Mobile), saldonya terpotong ratusan ribu bahkan ada yang hingga jutaan rupiah.
“Awalnya saya tadi cek ada Rp3 juta, tapi pas dicek lagi saldonya nol,” ungkap salah seorang anggota Pengamanan Dalam (Pamdal) Setda Kota Serang.
Mamad merasa panik, sebab uang tersebut rencananya akan ia gunakan untuk mengurus keperluan administrasi sertifikat pembelian lahannya.
“Padahal rencananya uang itu mau dipake buat urus AJB (Akta Jual Beli),” imbuhnya.
Pengalaman serupa juga disampaikan oleh pegawai Pemerintah Kota Serang lainnya.
Rosdiana, salah seorang pegawai di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengungkapkan, sebagian teman-temannya di kantor juga mengalami pemotongan saldo tanpa keterangan yang jelas oleh pihak bank.
Ia menyebut, nominal yang terpotong rata-rata mencapai ratusan ribu rupiah. Saat diperiksa laporan mutasi bank melalui aplikasi m-banking, tidak tertera alasan pemotongan tersebut.
“Teman-temanku hilangnya masih ratusan. Iya itu hilangnya pas cek pake m-bankingnya,” terangnya.
Kemudian rasa panik juga dialami oleh salah seorang pegawai honorer di lingkungan Setda Kota Serang bernama Difa Wiratama.
Kepada BANPOS, dia mengaku sempat mengalami pemotongan saldo selama dua hari berturut-turut dengan nominal mencapai Rp100 ribu.
Pemotongan pertama terjadi pada Selasa (30/9) kemarin. Dia mengatakan, seharusnya sisa saldo di ATM-nya ada sekitar Rp200 ribu.
Namun ketika dicek, rupanya tercatat sisa saldonya hanya ada sebesar Rp150 ribu. “Awal sebelum gajian, saldo harusnya ada Rp200 ribu tapi pas dicek cuman Rp150 ribu,” ujarnya.
Kemudian pemotongan yang kedua terjadi ketika waktu gajian tiba pada Rabu (1/10). Dia menyampaikan saldo di ATM-nya tercatat ada sebesar Rp1,85 juta.
Namun kemudian, dia melakukan penarikan tunai sebesar Rp850 ribu. Dari hasil penarikan itu, kata Difa, seharusnya sisal saldo yang tercatat sebesar Rp1 juta. Namun yang terjadi justru hanya sebesar Rp952 ribu.
“Nah pas dicek sisanya Rp952 ribu seharusnya Rp1 juta,” terangnya.
Padahal, Difa mengaku, dirinya tidak memiliki beban pinjaman apapun. Oleh karenanya dia merasa pemotongan itu janggal.
“Saya nggak punya tagihan sama sekali. Udah dicek mutasi semalam, cuman nggak ada riwayat,” imbuhnya.
Tak lama setelah itu sekitar pukul 09.26 WIB dia kembali memeriksa saldo rekeningnya melalui aplikasi m-banking Bank Banten.
Setelah dicek, Difa menyampaikan bahwa dirinya kembali mengalami pemotongan saldo dari sebesar Rp952 ribu menjadi Rp107.305. (*)





Discussion about this post