JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi ini dibuka menguat tipis sebesar 0,04 persen ke level Rp 16.673 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di posisi Rp 16.680 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia tercatat bervariasi terhadap dolar AS. Baht Thailand melemah 0,24 persen, won Korea Selatan minus 0,23 persen, yen Jepang melemah 0,12 persen, dolar Singapura turun 0,08 persen, yuan China melemah tipis 0,006 persen. Sementara peso Filipina naik 0,13 persen dan ringgit Malaysia menguat 0,04 persen.
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,12 persen ke level 97,70. Di sisi lain, rupiah menguat terhadap sejumlah mata uang lain, yakni 2,21 persen terhadap euro ke Rp 19.307, naik 0,03 persen terhadap poundsterling Inggris ke Rp 22.371, dan menguat 0,06 persen terhadap dolar Australia ke Rp 10.960.
Analis pasar keuangan, Lukman Leong menilai, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan seiring dolar AS yang tertekan oleh kekhawatiran kemungkinan terjadinya penutupan pemerintahan (shutdown) di AS.
“Namun, penguatan rupiah diperkirakan terbatas. Investor cenderung wait and see sambil menantikan rilis data ketenagakerjaan AS pekan ini,” jelasnya.
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 16.600–Rp 16.700 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. (*)

Discussion about this post