JAKARTA, BANPOS – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI turut mendukung program perumahan nasional melalui penyelenggaraan Akad Massal KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), dan Serah Terima Kunci dalam acara monumental yang dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto
Diketahui, kegiatan tersebut menjadi bagian krusial dari akselerasi Program 3 Juta Rumah yang diusung Pemerintah.
Akad massal tersebut memecahkan rekor sebagai yang terbesar sepanjang sejarah, dengan melibatkan 26 ribu unit rumah bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) secara serentak.
Prosesi akad dilakukan secara hibrida, dengan 200 MBR melaksanakan akad secara luring di lokasi utama bersama Presiden, dan 24.800 MBR lainnya, mengikuti secara daring dari 90 titik lokasi perumahan yang tersebar di minimal 30 provinsi di seluruh Indonesia.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan, BSI merasa bangga menjadi bagian dari momen bersejarah ini.
“Kepercayaan Pemerintah kepada BSI untuk terus menjadi mitra strategis dalam penyaluran KPR Sejahtera FLPP adalah sebuah amanah,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (30/9/2025).
Menurut Anggoro, hal tersebut adalah wujud nyata komitmen BSI sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual untuk memberikan akses perumahan yang sesuai dengan prinsip syariah, mudah, dan menyejahterakan.
Komitmen BSI dalam pembiayaan perumahan subsidi telah berjalan konsisten dan menunjukkan kinerja yang solid.
“Sejak 2012 hingga 24 September 2025, BSI telah menyalurkan KPR FLPP untuk 64.073 unit rumah dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp 8,34 triliun,” ungkapnya.
Kinerja BSI terus menunjukkan tren positif, di mana pada tahun 2024, kuota FLPP BSI sebanyak 1.694 unit senilai Rp 273,30 miliar terserap 100 persen.
Memasuki tahun 2025, BSI kembali menunjukkan performa luar biasa. Dari target awal sebanyak 1.819 unit, realisasi penyaluran BSI Griya Subsidi telah mencapai 2.919 unit atau 172,6 persen per 24 September 2025.
Atas pencapaian tersebut, BSI mendapatkan kuota tambahan sehingga total kuota untuk tahun 2025 menjadi 5 ribu unit.
Hingga posisi 24 September 2025, realisasi penyaluran FLPP BSI kuota baru telah mencapai 2.919 unit atau 58,38 persen.
“Kami optimis di akhir September 2025, sudah terserap 3 ribu unit dan habis kuota di akhir tahun ini untuk mendukung kesuksesan Program 3 Juta Rumah,” ujar Anggoro.
Dengan sinergi kuat antara Pemerintah, perbankan, dan pengembang, pelaksanaan akad massal ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama. Khususnya, dalam percepatan pemenuhan kebutuhan hunian bagi masyarakat Indonesia.
Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan program 3 juta rumah.
“Hal ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan dan bukti nyata dari kerja keras bersama untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya,Senin (29/9/2025).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis yang diinisiasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama BP Tapera serta para pemangku kepentingan sektor perumahan.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan penyediaan rumah subsidi dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit per tahun, sejalan dengan visi Pemerintah untuk memberikan hunian yang layak dan terjangkau bagi MBR. (*)




Discussion about this post