TANGERANG, BANPOS – Upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) pariwisata di Provinsi Banten kembali mendapat dorongan baru. Dinas Pariwisata Provinsi Banten bersama SMK Negeri 1 Kota Tangerang meluncurkan program inovasi kurikulum berbasis wisata edukasi dan digitalisasi yang menyasar generasi muda, khususnya Gen Z.
Program tersebut dikemas dalam kegiatan Grand Launching Aksi Perubahan dengan tema ‘Kurikulum Pendidikan Mencakup Pengembangan Destinasi Wisata Edukasi, Penerapan Teknologi Digital di Era Gen Z’, yang digelar di SMKN 1 Kota Tangerang, Jumat (26/9/2025).
Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Linda Rohyati Fatimah. Dalam sambutannya, Linda menegaskan bahwa kurikulum baru ini dirancang untuk mengintegrasikan destinasi wisata dengan dunia pendidikan.
Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya menyiapkan peserta didik menghadapi kebutuhan industri pariwisata, tetapi juga mendorong penggunaan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI), aplikasi digital, hingga media sosial sebagai sarana pembelajaran interaktif dan promosi pariwisata.
“Konsep wisata edukasi bertujuan menjadikan destinasi wisata sebagai ruang belajar aktif. Peserta didik akan mendapatkan pengalaman langsung, sekaligus mengasah keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kerja sama tim, hingga kepedulian terhadap lingkungan dan budaya. Dengan begitu, lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengelola dan mengembangkan destinasi wisata secara berkelanjutan sesuai karakter daerah masing-masing,” ujar Linda.
Senada, Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pariwisata Provinsi Banten sekaligus reformer Aksi Perubahan, Euis Widyaningrum, menambahkan bahwa inisiatif ini diharapkan melahirkan generasi muda yang kompeten dan sadar potensi lokal. Ia menekankan bahwa pariwisata bukan semata soal industri hiburan, tetapi juga sektor ekonomi inklusif yang berkaitan dengan konservasi lingkungan dan pengembangan masyarakat.
“Tujuan utama inovasi ini adalah membentuk lulusan yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki literasi digital tinggi, memahami teknologi, dan mampu beradaptasi dengan tantangan industri pariwisata modern. Program ini memperkenalkan pariwisata sebagai sektor yang berkelanjutan dan berbasis teknologi,” tutur Euis.
Kepala SMKN 1 Kota Tangerang, Arif Prio Wibowo, menyambut baik keterlibatan sekolahnya sebagai file project pertama di Banten. Ia menilai, kerja sama ini menjadi momentum penting bagi SMK untuk berperan lebih besar dalam mencetak tenaga kerja terampil di sektor pariwisata.
“Kami berharap program ini benar-benar fokus pada peningkatan keterampilan siswa, baik dari aspek wirausaha, kepedulian lingkungan, maupun adaptasi terhadap kebutuhan industri. Dengan begitu, lulusan SMK mampu tampil sebagai tenaga profesional yang mandiri, inovatif, sekaligus siap bersaing di dunia kerja,” kata Arif.

Kegiatan Grand Launching turut dihadiri pejabat lintas sektor, antara lain Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Lukman; Kepala KCD Dindikbud Tangerang dan Tangerang Selatan, Teguh Setiawan; Kepala Bidang Pemasaran Dispar Banten, Puti Andam Dewi; perwakilan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Banten, Sigit Wicaksono; serta Widyaswara Ahli Madya BPSDM Banten, Endan Suwandana, yang juga bertindak sebagai coach bagi reformer Aksi Perubahan.
Melalui sinergi sekolah, pemerintah, dan pengelola destinasi wisata, program ini diharapkan mampu memperkuat literasi digital peserta didik, meningkatkan kualitas SDM pariwisata, serta memperluas dampak positif sektor pariwisata terhadap pembangunan daerah.
“Kami ingin aksi perubahan ini tidak berhenti di launching semata, tetapi terus berlanjut menjadi gerakan bersama dalam mencetak generasi muda Banten yang siap membawa pariwisata ke level yang lebih tinggi,” pungkas Euis. (*)

Discussion about this post