Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Wakil Menteri Komunikasi Dan Digital Soroti Tantangan Jurnalisme Di Tengah Perkembangan AI

by Tim Redaksi
September 25, 2025
in GAYA HIDUP
Wakil Menteri Komunikasi Dan Digital Soroti Tantangan Jurnalisme Di Tengah Perkembangan AI

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membawa dampak besar sekaligus tantangan terhadap industri media, mulai dari produksi konten hingga model bisnis.

JAKARTA, BANPOS – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membawa dampak besar sekaligus tantangan terhadap industri media, mulai dari produksi konten hingga model bisnis.

Nezar menjelaskan, pada abad ke-21 AI mengalami perkembangan pesat hingga kini teknologi tersebut bisa memadukan gambar, audio, dan teks untuk menciptakan video atau foto yang realistis.

Baca Juga

Penumpang saat hendak menyebrang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni Lampung. ISTIMEWA

Pelabuhan Merak dan Bakauheni Uji Coba Teknologi Face Recognnition Selama Nataru

Desember 23, 2025
Kemkomdigi Meminta Pengembang AI Transparan Kembangkan Inovasi

Kemkomdigi Meminta Pengembang AI Transparan Kembangkan Inovasi

Oktober 23, 2025
PT Cloudwel Network Indonesia Akui Telkom Jadi Pondasi Penting Bisnis Teknologi

PT Cloudwel Network Indonesia Akui Telkom Jadi Pondasi Penting Bisnis Teknologi

September 11, 2025
Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 Umumkan Tiga Pemenang, KSK 2026 Resmi Dibuka

Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 Umumkan Tiga Pemenang, KSK 2026 Resmi Dibuka

Agustus 25, 2025

“Kita lihat bagaimana perkembangan teknologi ini mengubah hubungan-hubungan profesional dan hubungan produksi tang ada di dalam korporasi ataupun di dalam industri. Inilah yang mengguncangkan banyak sisi dari masyarakat, termasuk juga jurnalisme,” kata Nezar di Jakarta Selatan pada Kamis.

Dia menilai, di era digital seperti saat ini, industri media mengalami tantangan berat. Pertama, berasal dari platform media sosial yang mengambil alih kontrol terhadap audiens.

“Dulu di media cetak ada hubungan emosional yang kuat antara pembaca dan media. Lalu datang platform media sosial yang mengontrol audiens. Sekarang direct traffic ke situs sangat kecil karena rata-rata sebagian besar distribusi konten media lewat platform media sosial,” ucap Nezar.

Tantangan kedua yakni kemunculan AI generatif yang mampu memproduksi konten secara otomatis. AI generatif kini mampu membuat ringkasan hingga naskah berita dari data-data yang telah diolah.

“Hanya reporter yang dibutuhkan (untuk memproduksi berita). Untuk pengolahan data dan lainnya itu bisa dikerjakan oleh generative AI. Platform-platform aplikasi AI bisa mengubah bahan-bahan itu dan menjadi tulisan,” ucapnya.

Hal tersebut, dinilai menimbulkan persoalan terkait hak cipta karena AI mampu meniru gaya penulisan situs-situs penerbit berita. Fenomena misinformasi juga marak karena siapapun dapat membuat konten berita tanpa jaminan kredibilitas.

“Muncul apa yang kita kenal sebagai information disorder atau kekacauan informasi. Karena apa? Kita tidak tahu lagi mana informasi yang benar atau tidak benar. Apalagi dengan AI, kita tidak tahu apakah ini produk buatan AI atau ini produk yang dibuat oleh manusia,” kata Nezar.

Dia menyoroti, media internasional mulai melakukan langkah antisipasi dalam menghadapi perkembangan teknologi AI. New York Times misalnya yang beradaptasi dengan mengubah entitasnya menjadi perusahaan teknologi.

“Jadi struktur organisasinya berubah. Konten hanya sub dari tech company karena mereka melawan platform media sosial. Makanya kita kalau cari New York Times di Google, kita cuma dapat ringkasan (berita) kecil saja, selanjutnya kalau Anda mau baca harus berlangganan,” kata Nezar.

Selain itu, sejumlah media internasional juga mulai membangun koalisi untuk menjaga otentisitas konten jurnalistik, termasuk membedakan karya yang dibuat oleh jurnalis dengan yang sepenuhnya diproduksi AI. Para penerbit tersebut juga sepakat untuk mencegah mesin AI untuk menghimpun data dari situs berita mereka.

Nezar menegaskan, dalam memproduksi konten berita, jurnalisme tetap memiliki keunggulan dibanding AI yaitu disiplin verifikasi.

“Disiplin verifikasi ini yang paling penting dan hanya para profesional yang mendedikasikan dirinya untuk mencari akurasi, kebenaran dalam laporan yang bisa dilakukan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan peta jalan nasional AI yang diharapkan mampu mendorong pemanfaatan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.

“Kita berharap industri media bisa adaptif dengan perubahan-perubahan yang terjadi ini,” ucapnya. (ANTARA)

Tags: AINezar PatriateknologiTeknologi AIWakil Menteri Komunikasi dan Digital

Berita Terkait

Penumpang saat hendak menyebrang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni Lampung. ISTIMEWA
EKONOMI

Pelabuhan Merak dan Bakauheni Uji Coba Teknologi Face Recognnition Selama Nataru

Desember 23, 2025
Kemkomdigi Meminta Pengembang AI Transparan Kembangkan Inovasi
GAYA HIDUP

Kemkomdigi Meminta Pengembang AI Transparan Kembangkan Inovasi

Oktober 23, 2025
PT Cloudwel Network Indonesia Akui Telkom Jadi Pondasi Penting Bisnis Teknologi
EKONOMI

PT Cloudwel Network Indonesia Akui Telkom Jadi Pondasi Penting Bisnis Teknologi

September 11, 2025
Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 Umumkan Tiga Pemenang, KSK 2026 Resmi Dibuka
GAYA HIDUP

Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 Umumkan Tiga Pemenang, KSK 2026 Resmi Dibuka

Agustus 25, 2025
Tingkatkan Produktivitas, Telkom Bekali UMKM Kota Tangerang dengan Teknologi AI
EKONOMI

Tingkatkan Produktivitas, Telkom Bekali UMKM Kota Tangerang dengan Teknologi AI

Agustus 20, 2025
Kunjungi KSTI 2025, Prabowo Menyaksiikan Inovasi Sains-Teknologi Anak Muda
PENDIDIKAN

Kunjungi KSTI 2025, Prabowo Menyaksiikan Inovasi Sains-Teknologi Anak Muda

Agustus 7, 2025
Next Post
Peringati Hari Tani Nasional Pertanian Maju dengan BRI: Pembiayaan dan Pemberdayaan untuk Petani

Peringati Hari Tani Nasional Pertanian Maju dengan BRI: Pembiayaan dan Pemberdayaan untuk Petani

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh