SERANG, BANPOS – Universitas Bina Bangsa (Uniba) resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026 melalui Sidang Senat Terbuka, Rabu (24/9/2025). Kegiatan tahunan ini menjadi pintu awal perjalanan akademik ribuan mahasiswa baru, sekaligus langkah strategis kampus dalam menanamkan nilai dasar perguruan tinggi sejak dini.
Ketua Panitia PKKMB 2025, Muhammad Sholeh, menegaskan kegiatan ini dirancang agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan baru setelah menuntaskan pendidikan di jenjang SMA/SMK. “Melalui PKKMB, kami berharap mahasiswa baru dapat menjadi pribadi yang bertanggung jawab, baik terhadap diri sendiri maupun masyarakat, sejalan dengan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Tahun ini, PKKMB mengusung tema “Sinergi Nasionalisme, Religiusitas, dan Technopreneur dalam Mewujudkan Generasi Kampus Berdampak.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Uniba dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, religiusitas, dan keterampilan menghadapi era teknologi serta kewirausahaan.
Kegiatan PKKMB dijadwalkan berlangsung lima hari, 24–28 September 2025, yang dilanjutkan dengan outdoor activity pada 4–5 Oktober 2025. Rangkaian acara ini dirancang untuk mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan sistem pendidikan tinggi, memperkuat pemahaman nilai kebangsaan, bela negara, etika akademik, hingga pengembangan karakter.
Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Uniba, Prof. Furtasan Ali Yusuf, menegaskan bahwa PKKMB bukan sekadar acara seremonial. Menurutnya, kegiatan ini adalah momentum strategis untuk menanamkan nilai yang akan membimbing mahasiswa selama menjalani kehidupan akademik, organisasi, maupun sosial.
Ia mengingatkan, mahasiswa saat ini menghadapi tantangan kompleks di era perubahan cepat. “Adaptasi lingkungan akademik dan sosial baru, kesiapan keterampilan praktis dan digital, kesehatan mental dan finansial, hingga penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan adalah tantangan nyata. Semua ini membutuhkan kemampuan adaptasi, kemandirian, dan pengembangan diri berkelanjutan untuk meraih kesuksesan di masa depan,” paparnya.
Lebih jauh, Prof. Furtasan menekankan bahwa tujuan utama kuliah tidak berhenti pada gelar akademik semata, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang. “Pendidikan tinggi menjadi sarana pengembangan diri secara intelektual dan personal, persiapan karir profesional, peningkatan kualitas hidup, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara. Semua itu akan mengangkat status sosial mahasiswa di masa depan,” tambahnya.
Ia juga memberi pesan khusus tentang keseimbangan antara akademik dan organisasi, termasuk pentingnya literasi digital di era media sosial. “Gunakan jari kalian dengan bijak. Pikirkan sebelum membagikan sesuatu. Kalau bermanfaat, silakan dibagikan. Kalau tidak, cukup untuk diri sendiri,” tegasnya di hadapan ribuan mahasiswa baru.
Tahun ini, PKKMB Uniba diikuti oleh 3.159 mahasiswa baru dari tujuh fakultas: Ekonomi dan Bisnis, Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Komputer, Sains dan Teknologi, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ilmu Kesehatan, serta Program Pascasarjana. Ribuan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari sejarah pertumbuhan Uniba yang terus berkembang sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Banten.
Acara pembukaan juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Uniba Dra. Sakti Andayani, jajaran rektorat, serta dosen-dosen dari berbagai fakultas. Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen bersama dalam mendampingi mahasiswa menapaki proses transformasi akademik.
Dengan dimulainya PKKMB, Uniba menegaskan visinya mencetak generasi mahasiswa yang cerdas, terampil, dan berkarakter. Harapannya, mahasiswa baru tidak hanya mampu menghadapi tantangan global, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa. (AZM)

Discussion about this post