JAKARTA, BANPOS – Ketua Pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA) Teuku Mohammad Hamzah Thayeb memuji pidato Presiden Prabowo Subianto pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB mengenai Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara yang digelar di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York pada Senin (22/9/2025).
Dalam forum internasional itu, Presiden Prabowo mengangkat isu penyelesaian damai atas masalah Palestina dan implementasi Solusi Dua Negara.
“Hal ini merupakan langkah konkret kembalinya peran Indonesia dalam kancah internasional,” ujar Thayeb dikutip dari keterangan tertulis ICWA, Rabu (24/9/2025).
Dalam pidatonya, lanjutnya, Presiden Prabowo menekankan bahwa penyelesaian solusi dua negara Palestina –Israel bukan merupakan retorika diplomatik, tetapi merupakan cerminan dari suara hati nurani bangsa Indonesia yang sejak awal kemerdekaannya senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip kemerdekaan, keadilan, dan kemanusiaan sebagai landasan perjuangannya.
Sebagai informasi, forum yang diketuai Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Faisal bin Farhan ini merupakan ajang penting bagi komunitas global untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap solusi dua negara sekaligus menggalang dukungan bagi implementasinya.
“Indonesia hadir sebagai core group yang mengawal langsung dan menggalang dukungan bagi implementasinya,” sambung mantan Duta Besar (Dubes) untuk Australia itu.
Komitmen nyata ini, lanjutnya, akan dibuktikan saat dibentuk Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB. Sebagaimana diketahui Indonesia telah menjadi anggota Pasukan Perdamaian PBB sejak 1957.
Dia berharap, kiprah besar ini nantinya dapat menegaskan sumbangsih diplomasi Indonesia untuk memajukan perdamaian di dunia internasional.
KTT di New York dibuka dengan pidato lima tokoh dunia, yaitu Presiden Prancis Emmanuel Macron, Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, Sekjen PBB Anonio Guterres, Presiden SMU PBB ke-80 Annalena Baerbock, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang berbicara lewat zoom. Presiden Prabowo mendapat giliran berbicara di urutan ke lima, setelah Yordania, Turki, Brazil serta Portugal.
”Saat beliau menyuarakan dukungan tanpa ragu terhadap pengakuan negara Palestina, seluruh dunia menyaksikan Indonesia tetap setia pada amanat Konstitusi dan nilai luhur Pancasila,” sambung Hamzah.
Hamzah menilai pernyataan Presiden Prabowo merupakan momen yang akan tercatat dalam sejarah diplomasi Indonesia. Sama seperti pidato Bung Karno pada Sidang Umum PBB 1960, pidato Presiden Prabowo kini menjadi simbol bahwa Indonesia konsisten memperjuangkan perdamaian dunia yang berlandaskan keadilan.
Dubes Hamzah menilai pernyataan Presiden Prabowo menyerukan penghentian kekerasan terhadap warga sipil dan menekankan tanggung jawab sejarah komunitas internasional sebagai momentum penting yang mengingatkan dunia akan nurani kemanusiaan yang kerap terabaikan.
Seruan Presiden Prabowo ini, lanjut Hamzah, merupakan momen yang akan tercatat dalam sejarah diplomasi Indonesia. Sama seperti pidato Presiden Soekarno pada SMU PBB 1960, pidato Presiden Prabowo kini menjadi simbol bahwa Indonesia konsisten memperjuangkan perdamaian dunia yang berlandaskan keadilan.
“Pidato itu bukan hanya milik Presiden Prabowo, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia. Dunia tidak akan pernah lupa ketika Indonesia berdiri membela kemerdekaan dan hak hidup rakyat Palestina,” pungkasnya. (*)

Discussion about this post