LEBAK, BANPOS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten, mendorong masyarakat untuk membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam situasi apa pun, sebagai langkah mencegah timbulnya berbagai penyakit menular.
“Kami meyakini apabila PHBS telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat, maka penyebaran penyakit menular bisa dicegah,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Lebak, Firman Rahmatullah, di Lebak, Selasa.
Ia menjelaskan, saat ini cukup banyak warga yang terserang penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pilek, demam, maupun batuk, akibat kondisi cuaca yang sering berubah dari panas terik menjadi hujan.
Perubahan cuaca tersebut, lanjutnya, dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga masyarakat lebih rentan terhadap penyakit.
Oleh karena itu, pihaknya terus mengintensifkan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat agar terbiasa menerapkan PHBS dalam aktivitas sehari-hari, terutama dengan membiasakan cuci tangan memakai sabun sebelum makan, tidak melakukan Buang Air Besar (BAB) sembarangan, serta selalu mengonsumsi air minum yang sudah dimasak.
Selain itu, ia juga menganjurkan masyarakat untuk menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan bergizi, buah, serta sayuran, disertai istirahat yang cukup demi meningkatkan stamina tubuh.
“Kami berharap kebiasaan PHBS dapat diterapkan oleh masyarakat agar derajat kesehatan meningkat dan angka harapan hidup semakin panjang,” ucapnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan BAB sembarangan karena berisiko menimbulkan penyakit menular seperti diare.
Menurutnya, praktik BAB di aliran sungai, selokan, maupun kebun masih kerap ditemukan dan dapat memicu penularan penyakit.
“Kami mengimbau warga untuk menggunakan jamban yang layak dan menyehatkan ketika BAB,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Suhendro, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang membangun sarana sanitasi berupa jamban sehat, dengan melengkapi material kloset, septik, plafon, hingga penyediaan air bersih.
Menurutnya, pembangunan sanitasi jamban tersebut dilakukan di sejumlah desa di Kecamatan Cibadak dengan target 50 unit rumah, sehingga praktik BAB sembarangan dapat ditekan.
“Kami berharap pembangunan sanitasi jamban ini berjalan lancar hingga selesai, demi menunjang kesehatan masyarakat,” ujarnya. (*)









Discussion about this post