SERANG, BANPOS – Ratusan guru taman kanak-kanak se-Kabupaten Serang dari berbagai kecamatan mengikuti Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTKI PGRI) Kabupaten Serang, Kamis, (18/9) di Gedung PKPRI, Serang.
Bunda PAUD Kabupaten Serang, sekaligus Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menegaskan bahwa dunia pendidikan Indnesia tengah bergerak menuju transformasi besar.
Dirinya menjelaskan, dengan kebijakan Kurikulum Merdeka dan Program Wajib Belajar 13 tahun, menempatkan PAUD pada posisi sangat strategi.
“PAUD bukan hanya persiapan tetapi PAUD sebagai titik awal sebuah perjalanan panjang pendidikan yang akan membentuk masa depan anak-anak kita,” katanya.
“Karena itu, guru PAUD memiliki peran yang sangat krusial karena merupakan arsitek pertama yang meletakkan dasar-dasar karakter, kreatifitas dan kecintaan belajar pada anak-anak didik,” sambungnya.
Bupati menyampaikan, fokus pendekatan Deep Learning atau pembelajaran mendalam adalah adanya pergeseran filosofi pembelajaran yang sebelumnya terfokus pada pembelajaran materi menjadi pembelajaran yang lebih bermakna, lebih membuat proses belajar yang membahagiakan anak didik.
“Dengan demikian Deep Learning juga sama dengan visi Kabupaten Serang yaitu Serang Bahagia,” ujarnya.
Sementara, Ketua IGTKI PGRI Kabupaten Serang, Dyah Sarie Endah Nursasongko mengatakan bahwa pelatihan ini melibatkan banyak narasumber, selain dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, juga dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran KEMDIKDASMEN.
Adapun materi yang disampaikan meliputi kosep dan kerangka pembelajarn mendalam, prinsip dan pengalaman pembelajaran, asesmen dan perencanaan pembelajaran mendalam.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru dalam merancang proses belajar yang memuliakan, melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga. Tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif pada anak usia dini,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu peserta BIMTEK, Wahyu Purwaningsih, mengaku sangat berkesan dengan kegiatan ini.
Sebab, menurutnya dengan adanya pelatihan ini, diharapkan guru taman kanak-kanak semakin siap menghadirkan pembelajaran yang mendalam, inovatif, serta mampu menumbuhkan potensi anak secara optimal sejak usia dini.
“Kami jadi lebih paham bagaimana mengajak anak untuk aktif bertanya, mencoba, dan menemukan sendiri. Tidak hanya sekadar menyelesaikan tugas,” tuturnya. (*)



Discussion about this post