TANGERANG, BANPOS – Para pelanggan mengeluh kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan mereka pasalnya sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tangerang mengalami kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM) sejak Selasa (16/9/2025). Kondisi ini berlanjut hingga Rabu (17/9/2025).
Pantauan di lapangan, kekosongan terjadi di beberapa SPBU di Jalan KH Hasyim Ashari, Cipondoh, Kota Tangerang. SPBU Shell terpantau tidak lagi menjual BBM jenis Super dan V-Power Nitro+, dan hanya menyisakan stok untuk jenis V-Power Diesel.
Sementara itu, SPBU Vivo juga mengalami hal serupa. Jenis Revvo 90 sudah habis sejak kemarin, meski masih ada stok Revvo 92 dan Revvo 95 yang bisa dibeli konsumen.
Petugas SPBU bahkan terlihat beberapa kali menyilangkan tangan ke arah pelanggan yang datang, sebagai tanda bahwa BBM yang dicari sudah tidak tersedia. Kondisi ini membuat sebagian konsumen harus mencari alternatif lain agar tetap bisa menggunakan kendaraan.
Salah seorang pelanggan SPBU Shell, Kafie, mengaku kecewa atas kondisi tersebut. Sejak Selasa kemarin hingga Rabu siang, ia tidak bisa mendapatkan BBM di SPBU langganannya. “Iya, tadi pas saya mau isi ternyata habis. Setahu saya baru dari kemarin kosong. Jadi sekarang saya terpaksa beli bensin eceran di warung Madura atau warung kelontong,” ujar Kafie kepada wartawan SatelitNews.Com, Rabu (17/9/2025).
Meski merasa khawatir dengan kualitas BBM eceran, Kafie mengaku tidak punya pilihan lain.
“Yang pertama saya takut ada oplosan, karena pernah kejadian ada oplosan. Jadi lebih baik Shell, lebih percaya. Tapi kalau habis begini, terpaksa cari ke warung kelontong. Terbukti kalau di warung kan ada botolnya, kelihatan tidak ada oplosan. Kalau di Pertamina juga kadang antre panjang,” tambahnya.
Keluhan seperti yang dialami Kafie bukan hanya dirasakan di satu titik SPBU. Beberapa pengendara yang ditemui juga menyampaikan keluhan serupa. Kekosongan stok BBM ini semakin terasa karena terjadi di jam-jam sibuk, saat kebutuhan masyarakat untuk mengisi bahan bakar cukup tinggi.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pemerintah telah menambah kuota impor BBM sebesar 10 persen, sehingga total kuota impor menjadi 110 persen. Langkah ini diambil sebagai antisipasi meningkatnya kebutuhan bahan bakar dalam negeri.
Bahlil juga menegaskan bahwa SPBU swasta yang mengalami kekosongan tidak boleh membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Ia menyarankan agar operator SPBU swasta segera menjalin kerja sama dengan PT Pertamina untuk memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat. “Kalau memang stok mereka habis, SPBU swasta bisa bekerja sama membeli BBM di Pertamina. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan,” kata Bahlil dalam keterangannya.
Kondisi kekosongan stok BBM di Tangerang ini menjadi peringatan bahwa ketersediaan energi masih rentan, terutama di tengah tingginya kebutuhan bahan bakar untuk mobilitas masyarakat perkotaan. Konsumen berharap, pemerintah bersama operator SPBU dapat segera mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat BBM merupakan kebutuhan vital yang menyangkut hajat hidup banyak orang. (*)







Discussion about this post