CILEGON, BANPOS – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di kawasan industri khususnya di Kecamatan Ciwandan.
Kepala DPKP Kota Cilegon, Achmad Jubaedi, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan pembangunan pos damkar di kawasan Ciwandan, dengan dukungan dunia Industri.
“Industri menyediakan lahan, sementara unit dan personel dari kami, Damkar Cilegon. Itu yang masih terus kami upayakan. Kami sudah bersurat dengan kawasan industri, termasuk Panca Puri dan KIEC di Ciwandan,” ujar Jubaedi, Senin (15/9).
Menurutnya, pembangunan pos damkar di Ciwandan bukan karena kawasan tersebut rawan kebakaran, melainkan untuk melengkapi jaringan pos pemadam yang sebelumnya belum tersedia.
“Pos ini sangat urgent, agar pelayanan bisa lebih cepat. Apalagi kita bet rada di tengah-tengah kawasan industri yang padat aktivitas,” tuturnya.
Lebih lanjut, Jubaedi menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam penyediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.
“Salah satu tugas kami adalah mengikutsertakan relawan dan partisipasi dari lingkungan sekitar, termasuk dari dunia industri. Jadi, ini kerja sama bersama,” jelasnya.
Untuk kebutuhan pembangunan pos baru, diperkirakan biaya lahan mencapai Rp70 juta hingga Rp100 juta.
Oleh karena Itu, Damkar Cilegon mendorong kolaborasi eksternal, baik dari pengelola kawasan Industri maupun perusahaan yang beroperasi di sekitar Ciwandan.
Sejauh ini, ungkap Jubaedi, Damkar Cilegon sudah memiliki pos di Citangkil, Purwakarta, dan Pulomerak.
Dengan penambahan pos Ciwandan, menurutnya, akan semakin memperkuat zona pelayanan di tiga wilayah Industri utama yakni Ciwandan, Grogol dan Pulomerak.
“Jika terjadi kebakaran di wilayah perbatasan, seperti Anyer di Kabupaten Serang, pos kita di Ciwandan juga bisa membantu. Begitu pun sebaliknya, ada sinergi antar wilayah,” tandasnya. (*)



Discussion about this post