Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Video Pengakuan Siswa SD di Lebak Viral Jadi Korban Perundungan Kepsek

by Tim Redaksi
September 15, 2025
in HUKRIM
Video Pengakuan Siswa SD di Lebak Viral Jadi Korban Perundungan Kepsek

SEKOLAH: SD tempat RF bersekolah. FOTO: MULYANA/SATELIT NEWS.COM

LEBAK, BANPOS – Video wawancara seorang murid Sekolah Dasar (SD) viral yang mengaku menjadi korban perundungan atau bullying oknum kepala sekolah di tempatnya belajar. Tak terima anaknya diperlakukan itu orangnya siswa itu langsung mendatangi pihak sekolah.

Video yang berdurasi 2 menit 16 detik memperlihatkan seorang bocah laki-laki yang sedang “diinterogasi” oleh seorang bernada perempuan yang diduga orang tua dari sang anak. Tanya jawab keduanya terkait dugaan perundungan atas dugaan pemalakan.

Baca Juga

Polisi Tangerang Kuatkan Mitigasi Tawuran Pelajar ke Sekolah

Polisi Tangerang Kuatkan Mitigasi Tawuran Pelajar ke Sekolah

Desember 5, 2025
Dindik Kota Tangerang Pastikan Seluruh Sekolah Sudah Bentuk TPPKS untuk Perkuat Pengawasan Bullying

Dindik Kota Tangerang Pastikan Seluruh Sekolah Sudah Bentuk TPPKS untuk Perkuat Pengawasan Bullying

November 25, 2025
Wabup Lebak Minta Tiap Sekolah Tingkatkan Pembinaan Tuk Cegah Bullying

Wabup Lebak Minta Tiap Sekolah Tingkatkan Pembinaan Tuk Cegah Bullying

November 21, 2025
Waduh, Banten Memang Tidak Ramah Anak

Waduh, Banten Memang Tidak Ramah Anak

November 20, 2025

Pengakuan anak itu, dirinya diminta untuk mengakui atas dugaan pemalakan yang dilakukannya terhadap siswa lainnya. Bahkan, ancaman dari oknum kepsek tersebut akan memenjarakannya jika melakukan pemalakan itu kembali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anak tersebut merupakan siswa kelas 2 SD Negeri 2 Selaraja, asal Kampung Sampai Tengah, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak. Bocah itu berinisial RF (7).

Usai kejadian itu korban diduga mengalami trauma setelah dituduh memalak dan membully siswa kelas 1 oleh pihak sekolah yang terjadi pada Jumat (12/9/2025).

Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, orang tua RF mendatangi pihak sekolah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

N (27) ibu dari RF mengatakan, bahwa anaknya dituduh memalak siswa kelas 1 perempuan tanpa bukti yang jelas.

“Setiap hari saya menemani anak saya ke sekolah. Mulai dari lapangan, toilet, kantin, selalu saya dampingi. Anak saya mendapat uang jajan Rp10.000 per hari, jadi tidak mungkin dia memalak,” katanya, Senin (15/9/2025).

N juga mengaku, selain anaknya dituduh memalak dan membuli, anaknya tersebut juga sempat mendapatkan ancaman dari pihak sekolah.

“Kepala sekolah bilang kalau anak saya melakukan hal itu lagi katanya ya akan dipenjarakan ke penjarakan anak kecil katanya. Sekarang anak saya sakit dari hari Jumat sore panas sampai sekarang, nyampe detik ini sampai tidak mengikuti UTS,” kata N.

Dia juga menyampaikan, bahwa kasus ini bukan yang pertama kali dialami anaknya. Saat masih kelas 1, justru RF pernah dikeroyok oleh lima siswa lain, termasuk cucu kepala sekolah. Namun, kata N, pihak sekolah tidak mengambil tindakan tegas.

“Katanya setiap pagi jam 07.00 jam 08.00 dipalak katanya gitu. Sedangkan pagi jam 07.00 lewat itu sama saya datang ke sekolahan. Langsung sarapan ke dalam kelas. Langsung sarapan. Udah sarapan langsung ada guru,” tambahnya.

Sementara, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Selaraja, Oom Komariah, membantah adanya tekanan kepada siswa. Ia menyebut pihaknya hanya melakukan klarifikasi atas laporan yang diterima dari guru dan orang tua siswa Kelas 1.

“Saya tidak menekan siswa atau orang tua. Kami hanya ingin membentuk karakter siswa menjadi lebih baik. Bahkan pada saat klarifikasi, orang tua kedua belah pihak kami hadirkan,” kata Oom Komariah.

Ia menyebut setelah itu, guru kelas akan melakukan kunjungan rumah (home visit) untuk memastikan kondisi anak sekaligus menindaklanjuti persoalan tersebut.  “Kami juga masih memantau dan berkoordinasi dengan guru kelas. Ini musyawarah pertama kali terkait kasus ini,” ujarnya. (*)

Source: SATELITNEWS
Tags: bullyingbullying oknum kepala sekolahOom KomariahperundunganSD Negeri 2 Selaraja
ShareTweetSend

Berita Terkait

Polisi Tangerang Kuatkan Mitigasi Tawuran Pelajar ke Sekolah
HUKRIM

Polisi Tangerang Kuatkan Mitigasi Tawuran Pelajar ke Sekolah

Desember 5, 2025
Dindik Kota Tangerang Pastikan Seluruh Sekolah Sudah Bentuk TPPKS untuk Perkuat Pengawasan Bullying
PENDIDIKAN

Dindik Kota Tangerang Pastikan Seluruh Sekolah Sudah Bentuk TPPKS untuk Perkuat Pengawasan Bullying

November 25, 2025
Wabup Lebak Minta Tiap Sekolah Tingkatkan Pembinaan Tuk Cegah Bullying
HUKRIM

Wabup Lebak Minta Tiap Sekolah Tingkatkan Pembinaan Tuk Cegah Bullying

November 21, 2025
Waduh, Banten Memang Tidak Ramah Anak
KESRA

Waduh, Banten Memang Tidak Ramah Anak

November 20, 2025
Keluarga Siswa Korban Dugaan Perundungan di Tangsel Harap Ada Sanksi Tegas untuk Pelaku
HUKRIM

Keluarga Siswa Korban Dugaan Perundungan di Tangsel Harap Ada Sanksi Tegas untuk Pelaku

November 17, 2025
Disdik Lebak Tegur Kepsek Akibat Buat Siswa Trauma
HUKRIM

Disdik Lebak Tegur Kepsek Akibat Buat Siswa Trauma

September 17, 2025
Next Post
Pemkot Sebut Pembongkaran Pasar Rau untuk Dongkrak Ekonomi Kota Serang

Pemkot Sebut Pembongkaran Pasar Rau untuk Dongkrak Ekonomi Kota Serang

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh