JAKARTA, BANPOS – Pagi tadi nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,15 persen ke level Rp16.400 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut lebih lemah dibandingkan penutupan pada Jumat (12/9) di Rp16.375 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS tercatat bervariasi. Dolar Taiwan melemah 0,17 persen, baht Thailand minus 0,13 persen, sedangkan ringgit Malaysia menguat 0,44 persen, won Korea naik 0,29 persen, dolar Singapura menguat 0,09 persen, yen Jepang naik 0,07 persen, dolar Hong Kong naik 0,05 persen, dan yuan China menguat tipis 0,02 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama menguat 0,10 persen ke level 97,24. Adapun rupiah tercatat menguat terhadap euro 0,15 persen ke Rp 19.017, terhadap poundsterling Inggris naik 0,13 persen ke Rp 22.216, dan terhadap dolar Australia menguat 0,27 persen ke Rp 10.909.
Analis pasar keuangan, Lukman Leong, menilai rupiah berpotensi bergerak konsolidatif dengan kecenderungan pelemahan terbatas seiring rebound dolar AS.
“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas oleh rebound pada dolar AS,” jelasnya, Senin (15/9/2025).
Ia menambahkan, investor masih cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) dan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu mendatang.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 16.350–Rp 16.450 per dolar AS. (*)

Discussion about this post