CILEGON, BANPOS – Gedung eks Matahari Lama yang sudah lama terbengkalai didorong agar difungsikan sebagai ruang kreativitas bagi anak muda di Kota Cilegon. Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Muhammad Shidqi Andrezha, Minggu (14/9).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, gedung yang tak terpakai selama bertahun-tahun tersebut bisa dihidupkan kembali dengan konsep youth center. Usulan ini juga sejalan dengan program Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Robinsar-Fajar Hadi Prabowo.
“Menurut pandangan saya, sebagai dewan muda yang ingin merangkul pemuda, saya berharap Pemkot Cilegon, Pak Wali, dan Pak Wakil, bisa memanfaatkan eks Matahari Lama sebagai wadah kreativitas, youth center, sekaligus mal UMKM,” ujar Andre, sapaan akrabnya.
la menambahkan, ruang industri kreatif sangat dibutuhkan di tengah dominasi industri padat modal di Cilegon.
Selain menjadi wadah ekspresi anak muda, keberadaan youth center diyakini dapat membantu pelaku UMKM berkembang sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Saat ini, Pemkot Cilegon memang tengah fokus pada penukaran tenaga kerja industri melalui modernisasi Balai Latihan kerja (BLK).
Namun, Andre berharap perhatian serupa juga diberikan untuk penyediaan ruang bayi generasi muda.
“Insyaallah industri maju, BLK bisa diselaraskan dengan kebutuhan industri, dan kita juga punya youth center di tengah Kota Cilegon,” katanya.
Lebih jauh, Andre menyebut, youth center dapat menjadi landmark baru sekaligus sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Menurutnya, potensi itu bisa datang dari sektor parkir, sewa tenant, maupun penyelenggaraan hiburan.
“Tidak usah mahal, tapi dikelola dengan baik. Kalau bisa libatkan pihak ketiga yang punya rekam jejak bagus,” jelasnya.
Andre juga mengusulkan agar youth Center nantinya terkoneksi dengan Masjid Agung Cilegon, sehingga membentuk pusat aktivitas baru di jantung kota.
“Kalau bisa, kiri Masjid Agung, kanan youth Center dan mal UMKM. Jembatan layang dibuka, seperti di Sudirman Jakarta. Pedagang di kawasan protokol juga dihimbau mempercantik tokonya agar mendukung wajah kota,” katanya.
Menurut Andre, sudah saatnya Pemkot Cilegon lebih berpihak pada kepentingan generasi muda.
la menilai generasi Z dan milenial memiliki talenta besar yang perlu difasilitasi agar berkembang dalam industri kreatif.
“Gen Z di Cilegon luar biasa. Kreativitas mereka sudah menembus level nasional bahkan internasional. Kita harus rangkul mereka, jangan biarkan hanya jadi biasa-biasa saja. Dengan youth center, bisa ada workshop, industri kreatif, dan lapangan kerja padat karya yang terbuka luas,” papar anggota dewa berusia 23 tahun itu. (*)



Discussion about this post