LEBAK, BANPOS – Kondisi Jembatan Sentul yang menjadi penghubung Kecamatan Panggarangan dan Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, semakin memprihatinkan.
Usia jembatan yang sudah lebih dari 20 tahun kini menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, Muammar Adi Prasetya mendapatkan aduan dan keluhan dari warga terkait kondisi jembatan tersebut.
Muammar memaparkan, berdasarkan aduan warga, intensitas hujan yang tinggi ditambah posisi jembatan yang menukik membuat beban kendaraan kerap bertumpu pada titik tertentu diduga menjadi penyebab bagian jembatan mulai keropos.
Sehingga masyarakat khawatir dengan kondisi yang ada.
“Khawatir kalau dibiarkan terus, apalagi saat hujan deras dan kendaraan berat melintas, jembatan bisa saja roboh. Kalau sampai ambruk, kerugiannya besar karena akses ini vital,” ujar Muammar kepada BANPOS, Senin (15/9).
Muammar menjelaskan, Jembatan tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan enam hingga tujuh desa di dua kecamatan itu.
Legislator muda dari partai Golkar ini memaparkan, dirinya telah menyerap aspirasi dari masyarakat dan langsung menyampaikan kepada pihak eksekutif.
“Saya sudah sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dalam hal ini ke Bupati dan juga dinas terkait dalam hal ini Dinas PUPR Lebak,” jelasnya.
Ia berharap, informasi ini dapat segera tindaklanjuti dan disikapi, baik melalui APBD Lebak kebetulan fokus Bupati Tahun Anggaran murni 2026 APBD itu di infrastruktur, atau bisa juga lewat Program bang Andra karena selain jalan juga jembatan menjadi prioritas dalam program tersebut.
“Adapun mungkin nanti Dinas PUPR Lebak harus menyiapkan dokumen DED-nya. Artinya mereka lebih tahu, lebih paham seperti apa dan gimana. Tugas kami sebagai wakil rakyat menjemput, menyerap dan menyampaikan aspirasi,” tegasnya.
“Ini akses utama warga yang menghubungkan beberapa desa itu. Jadi kami berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan agar tidak menunggu sampai terjadi kerusakan parah yang berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” tandasnya. (*)

Discussion about this post