Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

ASDP Sukses Dongkrak Perekonomian Lokal di Jalur Merak-Bakauheni

by Lukman Hapidin
September 14, 2025
in EKONOMI
ASDP Sukses Dongkrak Perekonomian Lokal di Jalur Merak-Bakauheni

Kapal Feri saat melintas di perairan Merak, Kota Cilegon. LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS

CILEGON, BANPOS – Kehadiran PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak terbukti menjadi motor penggerak ekonomi yang vital, khususnya di jalur strategis Merak-Bakauheni.

Perusahaan ini tidak hanya memfasilitasi pergerakan orang dan barang, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya Kota Cilegon, dan umumnya Provinsi Banten.

Baca Juga

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Maret 1, 2026
‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional

‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional

Februari 25, 2026
PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU

PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU

Februari 22, 2026

Peran ASDP sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari. Ribuan lapangan kerja tercipta, mulai dari para pekerja di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga para pramuantar atau porter yang mencari nafkah di area pelabuhan.

Jumat (12/9) sore, kapal feri mulai menyandar di tepi Pelabuhan Merak. Ratusan pasang mata menatap jembatan rolling yang siap menyambut ratusan penumpang.

Seketika saat jembatan rolling bersandar pada pintu kapal, ratusan orang berjubel keluar dari dalam kapal.

Di tengah ratusan penumpang, terlihat pria berkulit sawo matang berjalan gesit, di sela-sela ratusan orang, menuju jalan keluar Dermaga Pelabuhan Merak.

Urat di leher tampak tersembul menahan beban berat yang dipikulnya, tiga ransel ukuran sedang seolah tidak menjadi beban baginya tergantung pada bahu kanan. Sementara tangan kanan menarik ransel ukuran besar.

“Semua yang saya bawa ini kalau 50 kilo lebih. Ya pekerjaan saya seperti ini buruh panggul dengan upah seikhlasnya,” ungkap Saifullah (38) salah seorang porter warga Cilegon ini.

Sepatu yang sudah usang, dan sedikit robek menjadi saksi bisu beratnya mencari rejeki di pelabuhan.

Saifullah mengaku dirinya sengaja mengawal penumpang kapal dari Merak menuju Bakauheni.

Sebelumnya pria 35 tahun itu harus pandai merayu penumpang, sasaran utama penumpang yang membawa barang bawaan cukup banyak sehingga Saifullah menawarkan tenaga sebagai jasa pembawa barang.

“Ya harus merayu, menawarkan jasa, tapi tidak bicara besaran upah, karena upah yang saya harap seikhlas,” ucap ayah dua anak itu, sambil berjalan membawa barang bawaannya.

Langkah begitu cepat seolah tidak merasakan berat beban yang di panggul, pemilik barang yang berjalan tangan kosong tampak kewalahan mengimbangi langkah Saifullah.

Setelah berjalan sekitar 200 meter dari penyadaran kapal, tiba di jalur keluar, tiga ransel yang di panggulnya diturunkan perlahan, lengan kanan menyeka keringat pada wajah lelahnya.

“Bang ini upahnya terimakasih, sudah di bawain barang saya,” ungkap lelaki berkulit putih dengan memberikan uang Rp40.000.

Tanpa basa basi, Saifullah menerima uang pemberian penumpang kapal, setelah itu berlalu menuju kapal, dengan uang Rp40 ribu yang didapat secara halal berharap menjadi berkah bagi dua anaknya yang menanti di rumah. “Alhamdulillah sudah dapat rejeki 40 ribu,” ungkap pria tersebut.

Porter lainnya, Edi menceritakan bahwa pekerjaannya di ASDP telah mengubah hidupnya secara signifikan. Karena sekarang kata dia, mampu memberikan uang jajan setiap hari untuk anak-anaknya.

“Sebelumnya saya dibangunan. Alhamdulillah, berkat pekerjaan ini, saya bisa menafkahi anak-anak saya,” ujar Edi yang sudah bekerja menjadi porter selama 12 tahun ini.

Sementara itu, pedagang makanan-minuman di Pelabuhan Merak, Silvia mengaku pada hari normal, ia dapat memperoleh omzet di kisaran Rp600 ribu sehari, denga laba bersih Rp400 ribuan.

Sementara pada musim mudik, Silvia mengaku bisa mendapatkan omzet hingga Rp1 juta lebih dalam satu hari.

“Dari situ, saya mendapatkan pendapatan bersih Rp300-400 ribu,” ujar perempuan asal Cikampek, Jawa Barat itu saat ditemui di Pelabuhan Merak, Jumat (12/9).

Hal positif yang dinikmati Silvia juga dirasakan pedagang lain di Pelabuhan Merak, Nurlaela.

Perempuan yang sudah berjualan di Pelabuhan Merak sejak tahun 2017 itu mengaku bisa memperoleh omzet Rp400-500 ribu dalam sehari, sementara pada musim mudik bisa meraup keuntungan Rp1 juta hingga Rp2 jutaan.

Pedagang kopi keliling di dermaga Pelabuhan Merak, mengapresiasi PT ASDP karena mereka diperbolehkan berjualan di sekitar pelabuhan.

Selain itu juga, untuk untuk membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat dari sekitar Merak.

“Kita biasanya di hari normal pulang bisa membawa keuntungan Rp100 ribu. Kalau momen mudik lebaran dan angkutan Natal dan Tahun Baru rata-rata Rp300 ribu per hari,” kata Rubiyanti (75), seorang pedagang kopi keliling di Pelabuhan Merak.

Pedagang kopi keliling di Pelabuhan Merak dapat meraup keuntungan besar ditentukan pada keramaian dan kepadatan kendaraan di dermaga Pelabuhan Merak.

Dalam setahun itu, mereka ketiban rejeki saat momen Angkutan Lebaran, Angkutan Idul Adha, serta Angkutan Natal dan Tahun Baru, karena terjadi lonjakan kendaraan.

“Kami berjualan kopi itu dengan modal Rp1,2 juta,” kata Rubiyanti sambil menyatakan sudah 50 tahun berjualan kopi di Pelabuhan Merak.

Ruminah, pedagang kopi keliling lainnya di Dermaga 2 Pelabuhan Merak mengaku berjualan mulai pukul 17.00 WIB dan pulang keesokan harinya pukul 05.00 WIB.

Kebanyakan pembeli kopi itu, kata dia, para pengemudi kendaraan yang menunggu ke atas kapal untuk diseberangkan ke Pelabuhan Bakauheni.

Selama para sopir menunggu antrean ke atas kapal, mereka memesan kopi dengan harga Rp5.000 per secangkir.

“Kami terkadang mendapatkan pesanan kopi dari penumpang satu mobil hingga Rp50 ribu,” kata Ruminah.

Begitu juga pedagang kopi keliling lainnya, Nono (45) mengaku bisa meraup keuntungan hanya momen-momen tertentu di Pelabuhan Merak, seperti Lebaran serta Natal dan Tahun Baru.

“Kita dulu tidak tenang berjualan di sini karena saling kejar-kejaran dengan petugas, namun kini dibolehkan,” kata Nono.

Dampak positif juga dirasakan oleh para pelaku logistik, seperti yang diungkapkan oleh Nendi, seorang pengemudi yang sering menggunakan jasa kapal feri di Pelabuhan Merak.

“Dengan feri ini, waktu tempuh jadi lebih cepat. Saya jadi bisa mengantarkan barang-barang, seperti makanan dari Bandung, dengan lebih efisien dan dalam kondisi yang lebih baik,” jelas Nendi.

Secara keseluruhan, kontribusi PT ASDP melampaui sekadar operasional transportasi laut. Perusahaan pelat merah ini, menjadi bagian integral dari ekosistem ekonomi lokal, mendukung keberlanjutan bisnis kecil, dan memberikan harapan bagi banyak keluarga untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.

Pelabuhan Merak ini tidak luput dari aktivitas angkut muatan antar provinsi pergerakan ekonomi pun dirasakan di sektor perdagangan.

Nendi mengatakan dirinya seminggu dua kali menggunakan layanan kapal feri rute Pelabuhan Merak-Bakauheni untuk mengangkut bahan pangan yang berasal dari Kota Bandung.

Apalagi kata dia, setelah adanya layanan Dermaga Eksekutif, pihaknya merasa terbantu karena bisa lebih cepat dan kualitas bahan pangan yang diangkut menjadi lebih segar ketika sampai di tujuan.

“Layanan ekspres cepat bisa dua jam itu kurang lah udah sampai lagi. Sangat membantu. Soalnya kan jarak tempuhnya cepat. Jadi kalau bawa sayur itu positif, jadi agak cepat juga kalau yang lainnya kan minimal lama lah selisih mempengaruhi soalnya kan ini seperti ini diwaktu juga,” tuturnya.

Dibagian lain, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Syamsudin, mengungkapkan dengan adanya transportasi kapal feri di Pelabuhan Merak, pihaknya memberdayakan masyarakat sekitar pelabuhan dengan menyediakan lapangan pekerjaan sehingga memajukan Kota Cilegon dan Provinsi Banten.

“Banyak tenaga kerja yang berada di UMKM yang ada di pelabuhan pasti pergerakan kendaraan dan penumpang yang jumlahnya cukup banyak setiap harinya kita sebrang kan. Ada porter kita, jadi orang-orang yang menyebrang bawa barang banyak mereka juga butuh jasa untuk naik ke pelabuhan, kita juga siapkan dan porter itu ada seragamnya,” ungkap Syamsudin.

Kemudian dikatakan Syamsudin, di setiap pelabuhan baik itu di gedung yang ada di ruang tunggu ada tenant-tenant sebagai bagian dari pelayanan kepada penumpang.

“Ada di bawah di seputaran ruang tunggu kendaraan ada rumah makan, ada kuliner khas lokal sini juga, terus didalam juga ada UMKM dari Pemda Banten semuanya menjadi satu kesatuan ekosistem bisnis kita dan pasti jumlahnya cukup banyak. Dan ini sangat membantu khususnya untuk warga Banten dan orang-orang yang berusaha di Pelabuhan Merak,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon, Robinsar mengapresiasi peran strategis sektor pelayaran dan kepelabuhan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah khususnya PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak.

“Sebagai kota industri sekaligus kota pelabuhan, Cilegon memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung jalur distribusi logistik nasional dan internasional. ASDP dan perusahaan-perusahaan shipping, baik pemilik kapal maupun agen pelayaran, tidak hanya menjadi penggerak arus barang dan ekspor-impor, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan, mendukung sektor industri, dan membentuk ekosistem logistik yang efisien dan profesional,” katanya.

Robinsar mengapresiasi PT ASDP menjadi motor penggerak perekonomian di sekitar pelabuhan terutama memberdayakan masyarakat sekitar.

“Kami sangat menghargai komiten ASDP dalam menjaga stabilitas dan kelancaran operasional sektor pelayaran dan kepelabuhanan. ASDP juga telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah Banten, khususnya di Cilegon,” ungkap Robinsar.

Robinsar berharap agar dunia usaha, termasuk ASDP, dapat terus berperan aktif dalam mendukung program pembangunan daerah, seperti penguatan UMKM lokal, peningkatan kualitas SDM di sektor maritim, serta keterlibatan dalam pembangunan infrastruktur pendukung.

“Kami selalu membuka ruang dialog dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang erat, saya yakin Cilegon dapat tumbuh sebagai kota industri maritim yang maju, modern, dan berkeadilan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, PT ASDP, sebagai salah satu operator pelabuhan dan feri terbesar di Indonesia, dengan mengelola 37 pelabuhan dan lebih dari 220 kapal yang setiap tahunnya melayani 53 juta penumpang dan 13,6 juta kendaraan.

Dari jumlah tersebut, 67 persen didapatkan dari aktivitas penyebrangan di jalur Merak-Bakaheuni, yang membuatnya menjadi salah satu jalur penyebrangan tersibuk di dunia.

Pelabuhan Merak juga menjadi pelabuan yang dilintasi karena berbagai kebutuhan. Pelabuhan Merak-Bakauheni sendiri berusaha meningkatkan berbagai layanan yang mendukung kenyamanan para penggunanya.

Keberadaan Pelabuhan Merak-Bakauheni ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian di tingkat nasional tidak hanya dari para pengguna melainkan dari internal PT ASDP Ferry Indonesia. (*)

Tags: ASDPCilegonkapal ferryKota Cilegon
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri
PERISTIWA

Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Maret 1, 2026
‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional
EKONOMI

‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional

Februari 25, 2026
PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU
PERISTIWA

PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU

Februari 22, 2026
Penetapan Pj Ketua Dianggap Tak Sah, Seluruh Pengurus Kadin Kota Cilegon Periode 2025- 2030 Diberhentikan
EKONOMI

Penetapan Pj Ketua Dianggap Tak Sah, Seluruh Pengurus Kadin Kota Cilegon Periode 2025- 2030 Diberhentikan

Februari 21, 2026
CAA Gelar Konsultasi Publik,  Perkuat Transparansi dalam Proses AMDAL
EKONOMI

CAA Gelar Konsultasi Publik, Perkuat Transparansi dalam Proses AMDAL

Februari 16, 2026
Next Post
Ada Konfercablub GMNI Lebak, DPC GMNI : Tak Sesuai AD/ART

Ada Konfercablub GMNI Lebak, DPC GMNI : Tak Sesuai AD/ART

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh