JAKARTA, BANPOS – Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono berulang tahun ke-76 pada Selasa 9 September lalu berbarengan dengan HUT ke-24 Partai Demokrat.
Hari istimewa itu dirayakan bersama keluarga besar Yudhoyono dan petinggi partai Demokrat di Pendopo Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mewakili keluarga besar, putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan sambutannya.
“Malam ini bukan tentang jabatan, tapi tentang rasa. Rasa syukur, rasa cinta, dan rasa penghargaan. Kita tahu, akhir-akhir ini suasana negeri cukup menghangat dengan banyak unjuk rasa. Maka malam ini, kita pun berunjuk rasa—tapi rasa syukur atas berkah Tuhan untuk Pepo, untuk Partai Demokrat, dan untuk kita semua,” tutur Ibas.
Acara ini dirancang sederhana namun bermakna. Diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pembacaan puisi karya SBY sendiri dari kumpulan bertajuk “Garis Waktu Tak Bertepi”, dan ditutup dengan makan malam bersama para tamu undangan dari berbagai latar belakang: tokoh bangsa, pejabat negara, kader partai, hingga sahabat-sahabat lama.
Kehadiran para tamu dianggap sebagai wujud cinta dan penguatan moral bagi SBY dan keluarga. Dalam sambutannya, Ibas juga menyampaikan rasa terima kasih atas semua perhatian yang diberikan untuk ayahandanya.
“Kami tahu, Pepo tidak pernah berjalan sendiri. Ada banyak hati yang mendoakan, banyak tangan yang membersamai,” tambahnya.
Acara ini menjadi simbol bahwa dalam segala kondisi bangsa, nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan keteladanan tetap harus dirawat. SBY, dengan segala kiprah dan karyanya, tetap menjadi sumber keteduhan.
“Semoga Bapak SBY selalu diberi kesehatan dan keberkahan. Semoga kita semua terus menjadi bagian dari perjalanan baik itu,” tutup Ibas. (*)

Discussion about this post