SERANG, BANPOS — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau pelaksanaan proyek rumah subsidi di Kota Serang pada Selasa (9/9). Selain itu dalam agenda tersebut dirinya juga turut menyosialisasikan program tiga juta rumah untuk rakyat.
Menteri yang akrab disapa Ara itu menjelaskan, implementasi program tiga juta rumah untuk rakyat bisa dengan berbagai skema. Pertama melalui pembiayaan anggaran APBN, kemudian yang kedua dengan melibatkan pihak swasta.
“Jadi program ini kombinasi ada yang membangun, ada yang merenovasi baik oleh negara maupun swasta. Semuanya kerja sama,” katanya.
Khusus untuk tahun ini, Ara mengatakan, Kemen PKP menargetkan mampu membangun 30 unit rumah serta merenovasi 44 ribu unit dengan pembiayaan APBN. Dia menyebut, target tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
“Tahun ini paling besar sepanjang sejarah yakni, 30 ribu unit selain itu ada renovasi dari APBN sekitar 44 ribu unit rumah,” ujarnya.
Namun saat disinggung mengenai capaian realisasi program tersebut, Ara mengaku pihaknya belum bisa menyampaikan. Karena itu tugasnya Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menghitung capaian realisasinya.
“Itu nanti yang menilai adalah BPS, bukan kami. Jadi capaian realisasi akan diumumkan oleh BPS,” ungkapnya.
Selain menyosialisasikan program tiga juta rumah untuk rakyat, Ara juga memperkenalkan program Kemen PKP lainnya yakni, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bidang perumahan.
Menurutnya, program tersebut merupakan sebuah terobosan terbaik sekaligus tonggak sejarah bagi Indonesia. Karena dalam program tersebut negara hadir memberikan subisidi bunga bagi multi pihak.
“Program KUR Perumahan ini sangat bagu, belum pernah ada sepanjang sejarah republik. Kenapa? Karena sekarang developer, kontraktor, dan toko bangunan yang masuk sektor UMKM disubsidi bungannya oleh negara,” terangnya.
Guna menyukseskan program tersebut, Ara menyebut, pemerintah sampai-sampai menggelontorkan anggaran yang cukup besar yakni Rp130 triliun. Program ini, kata Ara, merupakan bukti keberpihakan negara kepada rakyat.
“Dana yang disiapkan negara oleh Presiden Prabowo melalui program ini mencapai Rp130 triliun. Ini menunjukkan keberpihakan negara kepada rakyat,” ucapnya.
Direktur PT. Kawah Anugrah Properti, Muhammad Ridwan, mengaku sangat senang dengan Program 3 Juta Rumah yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Dirinya akan terus mendorong pembangunan rumah subsidi di Kota Serang sehingga bisa membantu pemerintah mengurangi backlog perumahan.
“Harga rumah subsidi yang kami bangun Rp 166 juta dan desainnya bagus dan berkualitas. Kami siap mendukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto. Selain itu rumah yang kami bangun juga memiliki konsep desain yang baik dan berkualitas,” katanya. (*)






Discussion about this post