JAKARTA, BANPOS – Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa, ditantang untuk tidak berfokus pada pengambilan kebijakan utang, kenaikan pajak serta cukai, dalam masa kepemimpinannya.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, melihat kebijakan yang diambil oleh Menkeu sebelumnya, Sri Mulyani.
”Sehingga jika Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani, maka kita tunggu gebrakan kebijakan yang benar-benar bisa menyelesaikan masalah, bukan sekadar menutup utang dengan utang, dan kenaikan pajak dan cukai,” ujarnya, Senin (8/9).
Ia menyampaikan bahwa sosok Purbaya memiliki kapabilitas yang mumpuni menggantikan Sri Mulyani, karena dikenal sebagai sosok yang pintar.
”Kalau melihat sosok Purbaya Yudhi Sadewa, beliau pintar. Saya mengenal beliau saat mengajar kelas makroekonomi,” katanya.
Selain itu, Esther menyampaikan bahwa terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar modal Indonesia yang melemah signifikan sebesar 1,28 persen ke posisi 7.766,84 setelah adanya perombakan kabinet, dirinya yakin hal tersebut akan kembali pulih.
”Kalau terobosan kebijakan fiskal bisa dikeluarkan oleh Menteri Purbaya, maka pasti market akan mengkoreksi,” tuturnya. (*)

Discussion about this post