SERANG, BANPOS – Di tengah derasnya arus modernisasi dan tantangan global, peran pemuda sebagai agen perubahan menjadi semakin penting.
Salah satu sosok yang menegaskan hal ini adalah Yoga Andika Wijaya, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten jurusan Hukum Tata Negara.
Pemuda asal Kampung Cipanas, Desa Mancak ini menuturkan telah mendedikasikan diri dalam berbagai kegiatan pengabdian dan aksi sosial, khususnya di divisi lingkungan.
Sejak awal perkuliahan, Dika, demikian ia biasa disapa, telah menunjukkan ketertarikannya pada kegiatan kerelawanan.
Selain itu ia juga aktif dalam berbagai organisasi dan komunitas, salah satunya adalah dengan ikut kegiatan volunteer di beberapa komunitas, tempat di mana ia terus belajar dan bergerak untuk isu-isu keberlanjutan.
Langkah pengabdiannya semakin kuat ketika ia bergabung sebagai relawan di Yayasan Indonesian Youth Action, sebuah organisasi kepemudaan yang fokus pada pengembangan karakter dan pemberdayaan anak muda melalui program sosial.
Dalam program bertajuk Action Youth, Dika tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga diberi kepercayaan sebagai brand ambassador untuk kegiatan Action Youth 14 yang diselenggarakan di Labuan Bajo, satu bulan lalu.
Lebih membanggakan lagi, dalam proses seleksi yang kompetitif, Dika berhasil terpilih sebagai delegasi fully funded, yang artinya seluruh biaya keikutsertaannya ditanggung penuh oleh pihak penyelenggara.
Hal ini menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensinya dalam bergerak dan berdampak di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, ini adalah amanah sekaligus kesempatan besar. Saya percaya bahwa kebermanfaatan itu bukan soal seberapa besar peran yang kita mainkan, tapi seberapa tulus kita menjalaninya,” ujar Yoga kepada BANPOS, Sabtu (6/9).
Melalui berbagai pengalaman dan peran yang dijalani, Dika terus menggaungkan pentingnya kontribusi anak muda dalam menciptakan perubahan, sekecil apapun langkahnya.
Ia percaya bahwa setiap pemuda memiliki potensi untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa.
Di ujung obrolannya Dika mengungkapkan bahwa pemuda adalah harapan yang tak pernah padam.
Ia mengajak generasi muda tidak hanya menjadi penonton perubahan, tapi turut ambil bagian di dalamnya.
Sebab menjadi muda bukan hanya tentang usia, tetapi tentang keberanian untuk berdampak.
“Mari berdampak bersama. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” tandas Dika.(*)



Discussion about this post