JAKARTA, BANPOS – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi (Kadisnakertransgi) DKI Jakarta, Syaripudin, untuk segera mencabut imbauan kerja dari rumah atau Work From Home(WFH) bagi perkantoran.
Keputusan ini diambil setelah situasi Ibu Kota kembali kondusif usai kerusuhan demonstrasi pada 28–30 Agustus lalu.
“Dan untuk Work From Home yang kemarin sudah sempat diadakan karena kondisinya sudah menjadi normal tentunya saya sudah memberikan pesan kepada kepala dinas terkait untuk instruksinya itu dicabut. Maksimum hari ini,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Pramono menegaskan, aktivitas masyarakat, termasuk transportasi umum, sudah kembali berjalan normal. Hal itu menjadi dasar pencabutan kebijakan WFH yang sebelumnya diberlakukan demi menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Kenapa? Karena kemudian saya melihat kondisi masyarakatnya sudah normal kembali, seluruh transportasi sudah berjalan dengan normal,” kata Pramono.
Lebih lanjut, Pramono juga menegaskan untuk kebijakan ASN DKI wajib menggunakan transportasi umum setiap Rabu seperti yang sudah di tetepkan.
“bahkan hari ini saya tetap menjalankan bagi seluruh ASN DKI Jakarta mereka tetap menaiki transportasi umum dan upacara yang dilangsungkan pagi ini, pelantikan pagi ini ternyata juga bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Melalui Surat Edaran Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Nomor e-0014/SE/2025, Pemprov DKI mengimbau perusahaan di wilayah terdampak aksi unjuk rasa untuk melaksanakan WFH pada 1 September 2025.
Menurut Pramono, seluruh moda transportasi publik di Jakarta kini sudah beroperasi kembali seperti biasa, mulai dari Transjakarta, MRT, LRT, hingga Mikrotrans dan Jaklingko.
“Artinya transportasi umum di Jakarta, baik Transjakarta, MRT, LRT, Mikrotrans, Jaklingko dan sebagainya sudah berjalan normal,” kata Pramono.
Meski kondisi kota sudah normal, pemerintah masih terus memperbaiki sejumlah fasilitas umum yang terdampak kerusuhan. Pramono menargetkan seluruh perbaikan bisa rampung pada pekan depan.
“Sedangkan untuk perbaikan seperti yang saya sampaikan mudah-mudahan akan bisa diselesaikan sampai dengan hari Senin tanggal 8,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta masih memberlakukan kebijakan transportasi umum gratis bagi warga hingga perbaikan selesai.
“Sedangkan untuk penggratisan ya tentunya sampai dengan hari itu,” tutur Pramono.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan 22 halte Transjakarta rusak akibat kerusuhan pada akhir pekan lalu, sebanyak 6 halte mengalami kerusakan parah karena dibakar dan dijarah. Sementara itu, 16 halte lainnya dirusak dan dicoret-coret oleh pelaku vandalisme.
Meski sempat terganggu, layanan Transjakarta dan Trans Jabodetabek kini telah kembali beroperasi seperti biasa. Pramono memastikan bahwa semua rute sudah aktif dan hanya mengalami hambatan kecil yang tidak signifikan.
Lebih lanjut, Pramono mengatakan mulai tanggal 1-8 September, baik itu MRT maupun TJ, nol rupiah atau gratis. (*)



Discussion about this post