TANGERANG, BANPOS – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Banten, mengajak masyarakat melakukan verifikasi keaslian foto maupun video dengan memanfaatkan alat seperti Google Lens atau Yandex, sehingga dapat mencegah penyebaran informasi palsu (hoaks).
“Banyak hoaks tersebar lewat gambar atau video yang telah diedit, bahkan seringkali dipotong dari konteks aslinya. Karena itu, gunakan alat seperti Google Lens atau Yandex untuk memeriksa keaslian foto maupun tangkapan layar video yang mencurigakan,” ujar Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, Rabu (3/9) di Tangerang.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak hanya mengandalkan informasi dari situs yang tidak dikenal, melainkan memastikan bahwa berita berasal dari media resmi yang memiliki kredibilitas. Hal ini bisa dilakukan dengan memeriksa alamat situs, nama penulis, dan profil redaksi untuk menjamin keabsahannya.
Kemudian, informasi yang diperoleh sebaiknya dibandingkan dengan media lain yang terpercaya. “Jangan mudah percaya hanya pada satu sumber informasi,” tegasnya.
Mugiya menambahkan, masyarakat perlu berhati-hati terhadap judul berita yang provokatif atau bombastis dengan memeriksa kembali isi beritanya apakah sesuai dengan judul yang ditampilkan.
“Setiap informasi yang kita terima belum tentu benar, karena potensi disinformasi selalu ada. Maka dari itu, penting untuk tetap kritis dan selektif sebelum mempercayai suatu kabar,” ucapnya.
Ia menekankan, partisipasi masyarakat sangat berperan dalam memutus rantai hoaks. “Sebelum membagikan informasi kepada orang lain, pastikan dulu kebenarannya. Jadilah pengguna digital yang bijak dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Melalui kampanye edukasi ini, Diskominfo Kota Tangerang berharap masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks sekaligus menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan informatif.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengingatkan agar para pegawai juga turut mengedukasi masyarakat supaya tidak sembarangan menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, sebab hal itu dapat memperkeruh suasana.
Ia menilai, ASN bukan hanya berperan sebagai pelayan masyarakat, melainkan juga sebagai penjaga kondusivitas di tengah dinamika nasional.
“Walaupun kondisi di Kota Tangerang relatif stabil hingga saat ini, kita tidak boleh lengah. Stabilitas dan ketenangan masyarakat harus terus dijaga bersama-sama,” kata Sachrudin. (*)







Discussion about this post