SERANG, BANPOS – Kisah inspiratif datang dari Desa Damping, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, dalam mengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Di saat banyak KDMP yang kebingungan mencari modal awal dan ragu untuk mengambil pinjaman bank, KDMP Damping justru berhasil mendapat cuan tanpa keluar modal sepeser pun.
Kisah tersebut diceritakan oleh Ketua KDMP Damping, Wartales Hamjahudin.
Ia menuturkan bahwa pada awal pembentukan, pihaknya kebingungan bagaimana cara mendapatkan modal awal untuk menjalankan usaha.
“Pilihannya kan ada dua, kita ambil pinjaman ke bank atau kita gunakan simpanan pokok dan wajib dari anggota,” ujarnya, Selasa (2/9).
Untuk pinjaman ke bank, mereka masih belum dapat lakukan. Sebab, belum ada ketentuan yang pasti terkait dengan hal tersebut.
“Selain itu, kami juga memandang untuk mengambil pinjaman bank, masih terlalu tinggi risiko. Pasar kita belum benar-benar terbentuk di lapangan,” tuturnya.
Sementara untuk menggunakan simpanan pokok dan wajib dari anggota, masih belum dapat digunakan lantaran belum terkumpul dananya.
“Karena memang masih belum disosialisasikan kepada masyarakat yang ingin menjadi anggota. Jadi belum bisa menggunakan dana tersebut, belum terkumpul,” ungkapnya.
Meski tidak ada modal, namun KDMP yang menjadi program unggulan dari pemerintah pusat itu harus berjalan.
Para pengurus pun akhirnya memutar otak untuk mencari jalan, bagaimana agar KDMP Damping dapat berjalan meski belum memiliki modal.
Hingga akhirnya, mereka menemukan secercah harapan untuk dapat beraktivitas usaha, namun tidak perlu merogoh kocek sebagai modal awal.
“Jadi kami mendapat jaringan ke Bulog langsung. Ditawarkan oleh orang Dinkop Serang. Kami ambil kesempatan itu,” ungkapnya.
Skema usaha yang dijalankan dengan menggandeng Bulog tersebut, yakni KDMP Damping menjadi pihak distributor minyak goreng kemasan berukuran satu liter.
KDMP Damping pun menjual minyak tersebut kepada para anggota koperasi. Selain itu, mereka juga dapat mendistribusikan ke warung-warung lain, namun harus terdaftar sebagai anggota koperasi.
“Dari hasil kerja sama tersebut, kami berhasil membukukan keuntungan tanpa keluar modal sepeser pun. Saat ini, selain menjual minyak goreng, kami juga menjual beras kemasan 5 kilogram,” tuturnya.
Melihat antusiasme warga yang tinggi terhadap aktivitas KDMP, pihaknya pun telah memetarakan rencana usaha lainnya yang memang diperlukan oleh masyarakat Desa Damping.
“Kami telah memetakan rencana usaha lainnya yang dibutuhkan masyarakat. Jika trennya positif, mungkin opsi pinjaman ke bank dapat kami ambil, dengan perencanaan risiko yang lebih matang,” tandasnya. (*)



Discussion about this post