SERANG, BANPOS – Mobil berjenis Daihatsu Grandmax Pickup tujuan Serang mengangkut 13 orang mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke dalam Sungai di Jalan Irigasi Sentul-Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu malam, membuat satu orang penumpang meninggal dunia dan 12 lainnya selamat.
Pengendali Operasi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Serang, Joni Effendi, di Serang, Senin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan telah menerima laporan dari Polsek Kragilan mengenai insiden itu pada pukul 22.00 WIB.
“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal yang menyebabkan sebuah kendaraan roda empat beserta 13 penumpangnya masuk ke sungai,” katanya.
Joni menjelaskan korban meninggal dunia dalam kejadian ini teridentifikasi bernama Ridwan, seorang pria berusia 29 tahun yang bekerja sebagai karyawan swasta dan beralamat di Kampung Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.
Menurutnya, kronologi kejadian berawal saat kendaraan pickup berwarna silver dengan nomor polisi B-9294-TAR itu tengah dalam perjalanan hendak menuju wilayah Cisait. Kendaraan tersebut diketahui mengangkut sekitar 13 orang penumpang.
“Setibanya di lokasi kejadian di Kampung Pabuaran Nagreg, Desa Dukuh, pengemudi diduga kehilangan kendali sehingga kendaraan oleng ke arah kanan dan langsung tercebur ke dalam sungai irigasi,” jelasnya.
Akibat peristiwa tersebut, seluruh penumpang tercebur ke sungai. Sebanyak 12 orang berhasil menyelamatkan diri, namun naas bagi Ridwan yang tidak dapat diselamatkan karena posisinya terhimpit badan mobil di dalam air.
Joni menambahkan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Serang, Basarnas Banten, Koramil, Polsek, serta dibantu warga setempat untuk segera melakukan proses evakuasi terhadap korban dan kendaraan. Jasad korban kemudian langsung dibawa ke RSUD Serang.
“Untuk kondisi terakhir, seluruh korban baik yang selamat maupun yang meninggal dunia telah berhasil dievakuasi ke tepi sungai. Kendaraan juga sudah diangkat dan diderek oleh unit laka lantas ke Mapolres Serang untuk penanganan lebih lanjut,” kata Joni. (*)



Discussion about this post