Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Prihatin Atas Kondisi Bangsa, Civitas Akademika Universitas Paramadina Sampaikan Lima Koreksi Terhadap Pemerintah

by Diebaj Ghuroofie
Agustus 31, 2025
in PENDIDIKAN, POLITIK
Prihatin Atas Kondisi Bangsa, Civitas Akademika Universitas Paramadina Sampaikan Lima Koreksi Terhadap Pemerintah

JAKARTA, BANPOS – Civitas Akademika Universitas Paramadina menyampaikan pernyataan keprihatinan mendalam atas kondisi kebangsaan yang belakangan ini ditandai dengan krisis moral, etika publik, dan melemahnya sendi-sendi negara hukum serta demokrasi.

Universitas Paramadina menegaskan bahwa demonstrasi yang terjadi pada 25, 28, dan 29 Agustus 2025 merupakan bentuk aspirasi rakyat yang seharusnya dihormati dan diperlakukan sebagai suara anak bangsa.

Baca Juga

Universitas Paramadina Umumkan Pemenang Neo Gen Footwear Design Competition 2025

Universitas Paramadina Umumkan Pemenang Neo Gen Footwear Design Competition 2025

Februari 3, 2026
Ketum APINDO Sebut Indonesia Incorporated Kunci Penciptaan Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

Ketum APINDO Sebut Indonesia Incorporated Kunci Penciptaan Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

September 11, 2025
Ini Penyebab Kemarahan Publik yang Terjadi di Berbagai Daerah

Ini Penyebab Kemarahan Publik yang Terjadi di Berbagai Daerah

Agustus 31, 2025
Universitas Paramadina Resmikan Kampus Baru

Universitas Paramadina Resmikan Kampus Baru

Agustus 28, 2025

“Sudah selayaknyalah dijaga dan diperlakukan sebagai anak bangsa yang sedang mengadukan nasibnya,” tegas Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Paramadina, Handi Risza, Minggu (31/8).

Ia pun menyoroti kemerosotan moralitas pejabat publik yang tampak dalam penyalahgunaan wewenang, gaya hidup elitis, dan absennya akuntabilitas.

“Jabatan publik seharusnya dimaknai sebagai amanah luhur, bukan sarana memperkaya diri dan memperluas jaringan kekuasaan. Ketika moralitas terdegradasi, kepercayaan rakyat pun tergerus,” ungkap Handi.

Direktur Eksekutif Paramadina Institute for Ethics and Civilization (PIEC), Pipip A. Rifa’i Hasan, menilai praktik politik dewasa ini semakin terjebak dalam transaksi kepentingan jangka pendek.

Menurutnya, politik telah kehilangan etika karena koalisi dibangun sekadar berbasis pembagian kursi dan akses sumber daya.

“Politik yang kehilangan etika pada akhirnya hanya memperkuat oligarki, melemahkan demokrasi, dan mematikan partisipasi rakyat,” ujar Pipip.

Civitas Akademika Paramadina juga menyoroti hukum yang kehilangan wibawa akibat tebang pilih dalam penegakannya, serta dampak sosial-kultural dari keteladanan buruk elite.

Mereka menilai hal ini menimbulkan demoralisasi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Krisis moral pejabat publik berimplikasi langsung pada merosotnya kewibawaan hukum. Hukum kerap diperlakukan sebagai instrumen kekuasaan, bukan keadilan,” lanjutnya.

Di sisi lain, ketimpangan ekonomi yang semakin nyata turut memperparah kondisi bangsa. Distribusi kekayaan dinilai timpang karena pembangunan lebih berpihak pada kalangan tertentu.

Akibatnya, akses pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja menjadi semakin terbatas bagi masyarakat luas.

Melihat kondisi ini, Civitas Akademika Universitas Paramadina mendesak adanya koreksi mendasar.

Lima hal pokok pun ditekankan dalam koreksi tersebut:

  1. Menegakkan moralitas dan integritas pejabat publik.
  2. Membangun fondasi sosial berbasis nilai bersama.
  3. Mereformasi budaya politik.
  4. Menegakkan hukum yang adil dan berwibawa.
  5. Menyusun kebijakan ekonomi yang berpihak pada masyarakat.

“Bangsa Indonesia tidak akan dapat berdiri tegak tanpa etika publik yang kokoh. Integritas adalah fondasi utama negara hukum dan demokrasi yang sehat,” tulis Civitas Akademika Universitas Paramadina.

Civitas Akademika Universitas Paramadina optimistis bahwa dengan keberanian moral dan kesungguhan kolektif, bangsa Indonesia dapat keluar dari krisis integritas dan membangun kembali kehidupan politik yang berlandaskan keadilan, kejujuran, dan kepentingan rakyat. (*)

Tags: Universitas Paramadina

Berita Terkait

Universitas Paramadina Umumkan Pemenang Neo Gen Footwear Design Competition 2025
PENDIDIKAN

Universitas Paramadina Umumkan Pemenang Neo Gen Footwear Design Competition 2025

Februari 3, 2026
Ketum APINDO Sebut Indonesia Incorporated Kunci Penciptaan Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi
EKONOMI

Ketum APINDO Sebut Indonesia Incorporated Kunci Penciptaan Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

September 11, 2025
Ini Penyebab Kemarahan Publik yang Terjadi di Berbagai Daerah
PEMERINTAHAN

Ini Penyebab Kemarahan Publik yang Terjadi di Berbagai Daerah

Agustus 31, 2025
Universitas Paramadina Resmikan Kampus Baru
PENDIDIKAN

Universitas Paramadina Resmikan Kampus Baru

Agustus 28, 2025
The Lead Institute Paramadina Ajak Perempuan Pesisir Jadi Garda Depan Adaptasi Perubahan Iklim
PENDIDIKAN

The Lead Institute Paramadina Ajak Perempuan Pesisir Jadi Garda Depan Adaptasi Perubahan Iklim

Agustus 25, 2025
Ekonom Paramadina Sebut Penangkapan Noel Sebagai Alarm Bahaya Bagi Prabowo
HUKRIM

Ekonom Paramadina Sebut Penangkapan Noel Sebagai Alarm Bahaya Bagi Prabowo

Agustus 23, 2025
Next Post
Suluk Para Pemimpin

Suluk Para Pemimpin

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh