SERANG, BANPOS – Sabtu (30/8) pagi itu, Kebun Kubil di Kota Serang riuh dengan gemuruh suara tawa, sapaan, dan pelukan hangat. Lebih dari 700 alumni SMAN 1 Serang lintas angkatan, dari 1965 hingga 1990, kembali dipertemukan dalam reuni akbar bertema ‘Indahnya Merajut Kebersamaan dalam Menjalin Silaturahmi.’
Wajah-wajah yang lama tak berjumpa tampak sumringah ketika bertegur sapa. Ada yang berpelukan erat, ada pula yang tak henti bercengkerama, seakan ingin menebus puluhan tahun perpisahan.
Meski usia tak lagi muda, semangat mereka tak surut. Obrolan ringan, cerita lama, hingga canda khas masa sekolah mengalir tanpa henti, menambah kehangatan suasana pagi itu.
Ketua Panitia Reuni, Ade Mukhlas, tak bisa menyembunyikan rasa harunya melihat kebersamaan itu.
“Dari angkatan 1963 ada dua orang yang hadir. Hari ini kita berkumpul dari generasi lampu petromak sampai generasi LED, bahkan ada yang datang bersama anak dan cucunya. Ini sungguh luar biasa,” katanya penuh semangat.
Ade menjelaskan, acara ini lahir dari amanah pertemuan alumni tahun lalu di Duce Convention Hall. Kala itu, senior menunjuk angkatan 1974 sebagai penyelenggara, didukung angkatan 1979 dan 1982.
Namun, semangat gotong royong lintas angkatan membuat reuni kali ini menjadi momentum kebersamaan yang berkesan.
“Tak kurang dari 26 angkatan hadir atau terwakili. Semoga dari pertemuan ini muncul ide dan gagasan yang baik, bukan hanya untuk SMAN 1 Serang, tetapi juga untuk masyarakat Banten,” ujarnya.
Di antara riuh suasana, ada yang saling menunjukkan foto-foto lawas dan berfoto bersama, ada pula yang bernyanyi bersama diiringi musik nostalgia.
Semua larut dalam rasa rindu yang terbayar lunas. Tidak ada sekat usia, hanya ada persaudaraan dan kenangan yang dirajut kembali.
“Kalau ada kekurangan, kami mohon maaf. Insya Allah ke depan, penyelenggaraan bisa lebih baik,” tutup Ade.
Lebih dari sekadar reuni, pagi itu Kebun Kubil menjadi saksi perjalanan panjang sebuah ikatan yang tak lekang dimakan waktu ikatan alumni yang selalu menemukan jalan untuk kembali pulang.
Andi Mulyadi (Angkatan 79) sebagai perancang dan sekaligus pembawa acara menambahkan, memandu acara ini merupakan kebanggaan tersendiri.
Karena, meski peserta yang hadir banyak yang di atas usia 60 tahun, namun mereka masih tetap memelihara semangat kebersamaan.
“Dan kami panitia merasa ada kepuasan yang luar biasa yang datang dari Allāh SWT, karena seusia ini masih dapat melakukan koordinasi lintas angkatan yang cukup baik, sehingga acara ini dapat berjalan lancar, meriah, serta dapat dinikmati oleh semua yang hadir,” tandasnya. (*)







Discussion about this post