JAKARTA, BANPOS – Dokter spesialis anak dr. Ria Yoanita, Sp. A mengatakan bahwa vaksinasi masih menjadi langkah utama dalam pencegahan campak.
“Vaksinasi adalah satu-satunya pencegahan utama campak,” ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa gizi seimbang juga manjadi hal penting untuk daya tahan tubuh dan mencegah komplikasi campak..
Dokter yang juga anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini menyarankan agar anak mendapatkan nutrisi makro yang menjadi sumber energi dengan kandungan protein dan lemak dan mikronutrien seperti zat besi, vitamin C, D, zinc dapat terpenuhi dalam pola makan sehari-hari.
Selain itu ia menambahkan, untuk memberikan vitamin A dengan dosis tinggi 100.000–200.000 IU disesuaikan oleh usia, dilakukan setiap hari secara berturut turut terbukti menurunkan risiko komplikasi pneumonia, kebutaan, dan kematian.
“Namun hal ini bukan untuk pencegahan rutin, dan dosis tinggi tanpa indikasi bisa berbahaya,” pungkasnya.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan penyakit campak ini lebih berbahaya dari pada COVID-19 karena tingkat penularannya sangatlah cepat.
“Jika COVID-19 memiliki tingkat penularan satu orang ke dua hingga tiga orang, campak ini mampu menular dari satu orang ke 18 orang lainnya,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Sumenep, Jawa Timur, Kamis.
Untungnya sudah ada vaksin untuk mencegah penyakit campak sama seperti COVID-19 yang sangat efektif.
Pihaknya juga memperketat pengawasan melalui surveilans ketat di empat kabupaten di Madura, termasuk rencana pendirian laboratorium khusus di pulau tersebut.
Ia juga memberitahu seluruh masyarakat, bukan hanya di Madura tetapi juga daerah lain, seiring dengan tingginya kasus campak seperti Sumatera Utara, agar segera membawa balita dan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyerukan pentingnya percepatan program imunisasi menjadi langkah pemerintah dalam menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang kini ditemukan di beberapa daerah seperti di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Pemerintah dipastikan akan bereaksi cepat dengan program vaksinasi khusus, mengingat saat ini sudah ada 46 wilayah di Indonesia yang melaporkan temuan penyakit campak. (*)



Discussion about this post