JAKARTA, BANPOS – Lampu lalu lintas yang berada di Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Jakarta Timur, sudah tidak berfungsi setelah dirusak oleh pendemo saat berjalannya demonstrasi.
Kejadian tersebut mengakibatkan arus kendaraan di kawasan tersebut menjadi tidak teratur karena tidak ada pengaturan lalu lintas.
Berdasarkan pantauan ANTARA, kondisi lampu lalu lintas di persimpangan Otista itu tampak padam dan tidak berfungsi.
Akibatnya, pengendara yang melintas terpaksa harus saling bergantian agar bisa melewati jalan tersebut.
Sampai saat berita ini di turunkan, belum terlihat petugas kepolisian lalu lintas yang mengatur kendaraan di jalan tersebut.
Beberapa warga mengaku kesulitan melintasi kawasan tersebut karena kendaraan dari berbagai arah berjalan terus tanpa pengaturan yang jelas.
“Macet banget, semua orang mau jalan duluan, lampunya mati soalnya karena katanya dirusak masyarakat pas lagi demo,” kata salah seorang pengendara motor, Dannan (33), di Jakarta, Jumat.
Kerusakan lampu lalu lintas itu menambah panjang dampak dari kericuhan yang sebelumnya terjadi di kawasan Otista.
Aparat kepolisian masih melakukan pemantauan situasi di lapangan untuk mencegah kericuhan susulan.
Polisi menekankan pentingnya menjaga ketertiban setelah berakhirnya aksi ricuh di Jalan Otista demi kelancaran aktivitas warga sekitar.
“Jadi, menyampaikan bahwa tolong dibalik banyaknya aksi ricuh, khususnya di Jalan Otista, semua bisa tetap tertib, lebih baik, sesuai aturan, karena kalau tidak tertib, masyarakat juga yang rugi karena aktivitas masyarakat terganggu,” kata Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono, Jumat.
Sebelumnya, kawasan Jalan Otista sempat lumpuh akibat kericuhan warga yang meluas hingga ke jalan tersebut.
Pendemo menutup jalan sambil melemparkan batu dan barang lainnya ke aparat keamanan sehingga mengganggu arus kendaraan dari arah Kampung Melayu menuju Cawang maupun sebaliknya.
Namun, dia menjelaskan pendemo yang melakukan pelemparan itu akhirnya membubarkan diri setelah dilakukan negosiasi dengan pihak kepolisian.
Dalam proses negosiasi itu juga sempat terjadi pelemparan yang mengenai salah satu pihak. (*)

Discussion about this post