SERANG, BANPOS – Dibantu warga aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Cikande melakukan penggerebekan terhadap sebuah lapak yang menjual minuman keras jenis tuak di Kampung Citawa, Desa Kibin, Kabupaten Serang, Banten, pada Selasa (26/8) malam.
Kapolsek Cikande, AKP Tatang, di Serang, Rabu, menjelaskan bahwa tindakan tegas tersebut dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB sebagai respons atas laporan dan keresahan masyarakat terkait aktivitas penjualan minuman tradisional beralkohol yang dinilai mengganggu ketertiban umum.
Ia menegaskan bahwa komitmennya untuk memberantas peredaran minuman keras di wilayah hukumnya. Langkah ini merupakan bagian awal dari upaya preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan masyarakat dan instansi terkait untuk memberantas peredaran minuman keras, yang seringkali menjadi pemicu awal dari tindakan kriminal,” ujarnya.
Operasi penertiban itu dipimpin langsung oleh Panit II Reskrim Polsek Cikande, Ipda Resa, beserta jajaran-jajaranya.
Ia menegaskan aksi ini merupakan respons cepat kepolisian setelah menerima informasi bahwa lapak tuak yang sebelumnya telah ditertibkan, kembali nekat beroperasi.
Menurutnya, keresahan warga semakin memuncak lantaran lapak tersebut disinyalir tidak hanya beroperasi kembali, tetapi juga berjualan tuak secara terang-terangan kepada kalangan anak muda, termasuk yang masih di bawah umur.
Penjual tuak melarikan diri dari sergapan aparat saat petugas tiba di lokasi, Meskipun demikian, aparat kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa empat jeriken berisi penuh minuman tuak yang siap untuk diperjualbelikan.
“Meskipun barang bukti selalu kami sita dan lapak nya kami tertibkan, penjual tampaknya tidak jera dan masih nekat beroperasi kembali,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kibin, Ahmad Samsudin, yang turut hadir dalam penggerebekan tersebut menyuarakan harapan warganya agar penertiban kali ini menjadi yang terakhir karena sangat meresahkan warganya.
“Saya atas nama warga Desa Kibin, menginginkan lapak tuak ini tutup selamanya demi ketenangan bersama,” ujarnya. (*)


Discussion about this post