SERANG, BANPOS – Prof Anwar Sanusi, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), menyebut pengangguran di Kabupaten Serang masih cukup tinggi yaitu 9,18 persen. Angka tersebut, lebih tinggi dari nasional sebesar 4,8 persen.
Pernyataan tersebut, diungkapkan secara langsung Prof Anwar Sanusi, saat Peluncuran Buku Rencana Tenaga Kerja (RTK) Makro Kabupaten Serang Tahun 2024-2029 melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) di Forbis Hotel Kecamatan Waringin Kurung, Selasa (26/8/2025).
“Terus terang tingkat pengangguran terbuka Serang lebih tinggi dari nasional,” kata Prof Anwar Sanusi, Selasa (26/8/2025).
Namun demikian, Anwar mengaku sangat mengapresiasi atas inisiasi Pemerintah Kabupaten Serang yang telah melakukan penyusunan RTK Makro. Ini menunjukan komitmen Pemkab Serang untuk menyiapkan SDM terutama mewujudkan visi misi Kabupaten Serang.
”Ini (Bupati Serang) luar biasa. Karenanya, apapun yang akan dilakukan harus ada cetak biru yang kongkrit, dan itu diwujudkan oleh rencana tenaga kerja makro, yakni desain atau roadmap untuk membangun ketenagakerjaan sesuai dengan visi misi Kabupaten Serang 5 tahun kedepan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengaku, bersyukur atas peluncuruan Buku RTK Makro Kabupaten Serang Tahun 2024-2029, yang isinya sebagai acuan untuk 5 tahun kedepan.
”Ini dalam rangka menjaga supaya tenaga kerja atau kebijakan yang kita buat untuk tenaga kerja terukur dan terarah. Jadi, di dalam buku RTK ada kebijakan-kebijakan, salah satu poinnya link and match untuk tenaga kerja,” ungkapnya.
Di dalam buku RTK Makro itu juga, ada kemudahan bagaimana para tenaga kerja bisa link and match untuk pekerjaan kedepan. ”ini untuk menekan angka pengangguran,” ujarnya.
Menurut Bupati Ratu Zakiyah, Buku RTK Makro sangat bermanfaat untuk semua masyarakat Kabupaten Serang terutama bagi para pencari kerja.
”Karena target kita juga ingin menurunkan angka pengangguran yang ada di Kabupaten Serang,,” tandasnya.
Kata Bupati Ratu Zakiyah, meski angka pengangguran tinggi namun berdasarkan masukan Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Anwar Sanusi sangat mungkin ditekan. Karena ada di kawasan industri yang bisa menampung tenaga kerja.
”Kita buat buku ini supaya lebih terarah. Kalau kata pak prof Anwar tadi TSM, Terstruktur, Sistematis dan Masif. Jadi melakukan pengukuran tenaga kerja pun harus demikian, jadi apa yang kita lakukan bisa terarah, agar bisa menurunkan angka pengangguran yang ada di Kabupaten Serang,” ujar Ratu Zakiyah.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami mengatakan, Peluncuran Buku RTK Makro Kabupaten Serang Tahun 2024-2029 agar menjadi terukur mengatasi masalah ketenagakerjaan yang ada di Kabupaten Serang.
Datanya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang, yang juga bekerjasama dengan Bapperida dan beberapa OPD terkait bagaimana mengatasi pengangguran.
”Karena dalam pengentasan pengangguran tidak hanya oleh dinas tenaga kerja, tapi seluruh instansi terkait memang harus konsen bagaimana mengentaskan pengangguran dan menciptakan lapangan kerja baru,” imbuhnya. (*)

Discussion about this post