CILEGON, BANPOS – Tiga dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Sentra Penyediaan Pangan Bergizi (SPPG) Asa Sports Center mulai beroperasi untuk melayani siswa-siswi di Kecamatan jombang, Kota Cilegon, Senin (25/8).
Ketua Yayasan Nurani Du’afa Indonesia, Irfan Ali Hakim, mengatakan bahwa tiga dapur MBG SPPG Asa Sport Center mulai memberikan pelayanan kepada sekolah yang berada di Kecamatan Jombang.
“Hari ini perdana memberikan pelayanan terhadap penerima manfaat dapur MBG itu, khusus untuk Kecamatan Jombang dari semua jenjang dari mulai TK, SD, SMP sama SMA,” kata Irfan kepada BANPOS, Senin (25/8).
Irfan menjelaskan untuk tiga dapur MBG SPPG Asa Sport Center ini melayani khusus di Kecamatan Jombang.
“Jadi ini fokusnya dapur Asa itu di Kecamatan Jombang,” ujarnya.
Irfan menambahkan, untuk tiga dapur tersebut mencakupi sembilan ribu siswa.
“Rata-rata pengiriman satu dapur itu di tiga ribu hari ini, jadi kurang lebih sembilan ribu perdana dan setiap hari,” tuturnya.
Selain itu, kata Irfan, pada hari pertama ini pihaknya menerima kunjungan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI).
“Tadi kita juga menerima kunjungan juga dari BPOM RI dengan BPOM Provinsi Banten meninjau dapur MBG SPPG Asa Sport Center,” ungkapnya.
Di sisi lain, pihaknya, juga sedang menyempurnakan fasilitas-fasilitas yang ada di tiga dapur tersebut.
“Dalam proses pembangunan dapur, fasilitas dapur, semua kita mengikuti mekanisme aturan yang diberikan dan dikoordinasikan dengan BGN dalam hal ini pihak korwil BGN. Insyaallah memenuhi standar pelayanan MBG, adapun kekurangan-kekurangan yang bersifat teknis di lapangan itu hal-hal teknis saja di lapangan dan itu juga proses penyempurnaannya pada saat berjalan,” paparnya.
Diberitakan sebelumnya, dapur MBG SPPG Asa Sports Center di Kecamatan Jombang, pada Selasa (19/ 8) diresmikan Walikota Cilegon, Robinsar.
Keberadaan tiga dapur MBG langsung menyerap sedikitnya 150 relawan. Setiap dapur diperkuat oleh sekitar 50 orang tenaga muda, ditambah perwakilan BGN yang bertugas sebagai kepala dapur, akuntan, serta ahli gizi.
Robinsar menegaskan, selain memastikan pemenuhan gizi anak sekolah, program ini juga membuka lapangan kerja baru.
“Per dapur ada 50 orang, dikali tiga jadi 150 orang. Luar biasa. Program Presiden Prabowo bukan hanya memberi makan gratis, tapi juga mengurangi pengangguran,” kata Robinsar (*)





Discussion about this post