CILEGON, BANPOS – Pemagaran dan pembongkaran terhadap bangunan para pedagang di sepanjang Waduk Krenceng oleh PT Krakatau Tirta Industri (KTI) menuai gelombang protes dari elemen masyarakat Kota Cilegon.
Pasalnya pemagaran dan pembongkaran tersebut melumpuhkan perekonomian masyarakat kecil yang berjualan disana.
Tokoh masyarakat Cilegon, Fakih Usman Umar, menyayangkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya akan menampung aspirasi dari masyarakat terkait adanya persoalan ini.
“Kita mendengar keluhan dari masyarakat. Makanya kemarin saya bilang gini saja kalau ada keluhan-keluhan nanti kumpulkan di kantor saya di simpang. Di awal bulan nanti 8 kecamatan itu tokoh-tokohnya kumpul karena persoalan waduk ini bukan hanya persoalan satu kecamatan saja itu menjadi aset daerah juga,” kata Fakih saat ditemui di kantornya, Senin (25/8).
Mantan Ketua DPRD Kota Cilegon periode 2014-2019 ini berharap semua pihak bisa menyuarakan persoalan ini kepada PT Krakatau Steel (KS) dan PT KTI untuk mencari solusi terhadap masyarakat yang terdampak akibat adanya aktivitas tersebut.
“Jangan sampai nanti riak-riak masyarakat ini membludak. Jangan sampai nanti ada gelombang demo yang besar dari masyarakat,” tuturnya.
Pihaknya sebagai orang yang ditokohkan harus mendengarkan keluhan-keluhan dari masyarakat.
“Sekarang orang-orang yang bikin warung dibongkarin semua tuh, tidak ada kesempatan untuk usaha. Padahal dia punya isteri punya anak. Artinya keluhan masyarakat ini yang tadinya usaha sekarang ngga bisa karena dibongkar warungnya. Sementara pemerintah menggabungkan UMKM apalagi Koperasi Merah Putih. Sementara wadah usahanya sendiri dibongkar artinya ini harus menjadi perhatian serius,” sesal mantan anggota DPRD Banten itu.
Tokoh masyarakat Cilegon lainnya, Sofwan Marzuki, mengatakan bahwa secara historis Krakatau Steel ini kelahirannya tidak bisa lepas dari komunitas masyarakat Cilegon.
“Dalam hal ini Krakatau Steel harus menjelaskan kepada masyarakat kenapa harus dipagar padahal itu tempat jogging, tempat mancing, juga tempat masyarakat berjualan,” ujarnya.
“Ketika tidak disikapi arif dan bijaksana maka tunggu aja bisa meledak bisa menjadi bom waktu,” tambahnya.
Mantan Anggota DPRD Kota Cilegon ini juga mendesak kepada Krakatau Steel dan PT KTI untuk memberikan informasi secara komprehensif kepada masyarakat.
“Saya juga mendorong kepada DPRD Cilegon komisi terkait untuk menjembatani dengan hearing (rapat dengar pendapat) dengan stakeholder terkait dan Pemkot juga jangan tinggal diam ketika ada aspirasi masyarakat seperti ini harus mengambil sikap, supaya ada solusi yang terbaik buat semuanya,” tandasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Cilegon, Subari, mengatakan adanya aduan dari masyarakat pihaknya akan segera memfasilitasi hearing dan mengundang sejumlah stakeholder untuk mencari solusi atas adanya persoalan ini.
“Adanya aspirasi dari masyarakat, kita dari dewan akan menindaklanjuti preventif sebelum terjadinya aksi. Kita menerima secara terbuka sebagai dewan memfasilitasi apa yang menjadi tuntutan dari masyarakat,” Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini. (*)



Discussion about this post