PURWAKARTA, BANPOS – Mark Dalton Fegre, seorang anak laki-laki yang berusia 3 tahun asal Purwakarta, Jawa Barat, yang sedang berjuang melawan penyakit Leukemia Myeloid Akut (AML). Penyakit ini terdiagnosis pada awal Agustus 2025 setelah Dalton mengalami demam berkepanjangan, tubuh lemas, serta munculnya lebam di bagian lutut.
Hasil pemeriksaan darah di sebuah rumah sakit di Purwakarta menunjukkan kadar leukosit mencapai 57,8 ribu, sebelum kemudian dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Pemeriksaan Bone Marrow Puncture (BMP) pada 8 Agustus 2025 memastikan Dalton mengidap AML, salah satu jenis kanker darah yang agresif.
Meski telah menjalani tiga kali kemoterapi, kondisi Dalton justru semakin melemah. Ia sulit makan, sering mengantuk, dan kehilangan semangat bermain.
Dokter menyarankan agar segera dilakukan transplantasi sumsum tulang sebagai satu-satunya harapan, karena bila hanya melakukan kemoterapi tingkat harapan hidup hanya sekitar 20 persen. Prosedur ini membutuhkan biaya sangat besar, mencapai sekitar Rp 2 miliar di luar biaya perawatan harian, transfusi darah, dan obat-obatan.
Dalton kini hanya tinggal bersama ibunya, Agnes Affenda Putri. Agnes membesarkan Dalton seorang diri setelah suaminya, Gregorius Yefri Setiawan, meninggal dunia pada Mei 2023 akibat penyakit serupa, Leukemia Limfoblastik Akut (ALL).
Sebagai seorang perawat di rumah sakit swasta di Purwakarta, Agnes biasanya mengandalkan gaji bulanan dan usaha kecil berjualan aneka makanan seperti sandwich dan salad untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, sejak Dalton sakit, ia harus fokus dan mendampingi dalton setiap saat. Hal tersebut membuatnya tidak dapat melakukan rutinitas kerja dan jualannya sehari hari.
“Dalton adalah segalanya bagi saya. Harapan saya, dia bisa sembuh, sekolah, dan menjalani kehidupan normal seperti anak-anak lain,” ujar Agnes.
Dalton dikenal sebagai anak yang ceria, mudah akrab dengan orang baru, dan gemar bermain mobil-mobilan. Namun, sejak sakit, ia lebih banyak terbaring lemas dan tidak lagi bersemangat bermain.
Keluarga besar berharap adanya uluran tangan dari masyarakat untuk membantu biaya pengobatan dan transplantasi sumsum tulang yang sangat dibutuhkan Dalton. “Kami sudah berusaha mengumpulkan dana, namun sebagian besar habis untuk biaya kemoterapi dan perawatan. Kami sangat berharap ada yang tergerak untuk membantu menyelamatkan nyawa Dalton,” ungkap salah satu kerabat keluarga.
Lembaga Kitabisa kini tengah menggalang bantuan untuk pengobatan Dalton. Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui laman resmi Kitabisa di tautan berikut: https://bit.ly/KitabisabantuDalton. (*)

Discussion about this post