Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Wamenaker Noel Jadi Tersangka, Golkar Memprediksi Tidak Ada Reshuffle Kabinet

by Tim Redaksi
Agustus 25, 2025
in NASIONAL
Wamenaker Noel Jadi Tersangka, Golkar Memprediksi Tidak Ada Reshuffle Kabinet

Sekjen Golkar M. Sarmuji. Foto : Ist

JAKARTA, BANPOS – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji memprediksi tidak ada reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Sekalipun, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji ditangkapnya Noel atas dugaan tindakan haram tidak cukup menjadi indikator kuat dirombaknya komposisi Kabinet Merah Putih.

Baca Juga

Foto: Oktavian/RM.

Ini Daftar OTT KPK Sepanjang 2025

Desember 18, 2025
Rp900 Juta Diamankan KPK dalam OTT Oknum Jaksa di Banten

Rp900 Juta Diamankan KPK dalam OTT Oknum Jaksa di Banten

Desember 18, 2025
Ini Kronologi Diringkusnya RZ Versi Internal Kejati Banten

Ini Kronologi Diringkusnya RZ Versi Internal Kejati Banten

Desember 18, 2025
OTT KPK di Banten, yang Kesembilan di 2025

OTT KPK di Banten, yang Kesembilan di 2025

Desember 18, 2025

Sekalipun begitu, Sarmuji menegaskan, urusan pergantian ang­gota kabinet menjadi wewenang mutlak Presiden Prabowo. Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Prabowo terkait posisi Wamenaker yang kosong lanta­ran diduga melakukan rasuah.

“Bukan indikator kuat (reshuffle),” kata Sarmuji di Jakarta, Minggu (24/8/2025).

Presiden Prabowo, kata dia, akan menimbang situasi apakah jabatan Wamen perlu diisi segera atau tidak. “Kalau bagi kami diisi boleh, nggak diisi jiga tidak apa-apa,” ucap Sarmuji.

Sebelumnya, pasca operasi tangkap tangan (OTT) Wamenaker Noel oleh KPK, mencuat kabar wacana reshuffle kabi­net. Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad tidak mau menjawab rumor reshuffle kabinet.

“Kalau ini (reshuffle kabi­net) lebih baik ditanya kepa­da Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), mungkin lebih tepat,” kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Namun, Wakil Ketua DPR ini memastikan, Presiden Prabowo tidak pandang bulu dalam se­mangat antikorupsi. Terlebih, kata dia, jika ada kabinetnya yang melakukan tindakan rasuah.

Pasti presiden tidak akan melindungi. Bila ada memang terbukti pembantu-pembantunya melakukan hal-hal perbuatan yang tidak terpuji,” pungkasnya.

Diketahui, Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel telah ditahan KPK setelah ditetapkan tersangka saat terjaring OTT pada Rabu (20/8/2025). Ketua Relawan Prabowo Mania itu diumumkan sebagai tersangka dan ditahan KPK pada Jumat (22/8).

Beberapa jam berselang, Prabowo meneken surat keputu­san presiden terkait pencopotan Noel dari jabatan Wamenaker. Sejurus kemudian, Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan Wamenaker Noel akan diganti dari jabatannya.

“Apabila nanti terbukti, ma­ka akan secepatnya dilakukan pergantian,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Terkait peluang reshuffle atau perombakan kabinet Merah Putih, Prasetyo belum bisa me­mastikannya. Dia mengatakan, kemungkinan Prabowo akan menunjuk pejabat sementara atau Ad Interim untuk jabatan Wamenaker nantinya.

“Ya bisa jadikan seperti itu (dikosongkan), tidak kemudian langsung otomatis ketika salah satu pejabat karena ini wakil ya, kecuali menteri. Kalaupun menteri juga mekanisme itu kan tidak kemudian selalu otomatis langsung hari itu juga dilakukan pergantian,” tutur dia.

Sementara, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno menilai, peristiwa OOT Wamenaker menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk mereshuffle kabinet.

Kasus OTT ini bisa jadi momen melakukan reshuffle. Pertama, tentu mengganti posisi Wamenaker yang sudah tersangka,” kata Adi di Jakarta, Minggu (24/8/2025).

Adi menilai, OTT Wamenaker harus menjadi alarm bagi ang­gota Kabinet Merah Putih. Dia mengatakan, mekanisme reward and punishment sudah bisa diterapkan kepada para pembantu presiden.

“Momen berbenah bagi para pembantu presiden yang tak performance, diganti dengan yang lebih bisa diandalkan,” tandasnya. (tangselpos.id)

Tags: Kasus Wamenaker NoelkpkPartai GolkarSekjen Partai Golkar
ShareTweetSend

Berita Terkait

Foto: Oktavian/RM.
HEADLINE

Ini Daftar OTT KPK Sepanjang 2025

Desember 18, 2025
Rp900 Juta Diamankan KPK dalam OTT Oknum Jaksa di Banten
HUKRIM

Rp900 Juta Diamankan KPK dalam OTT Oknum Jaksa di Banten

Desember 18, 2025
Ini Kronologi Diringkusnya RZ Versi Internal Kejati Banten
HUKRIM

Ini Kronologi Diringkusnya RZ Versi Internal Kejati Banten

Desember 18, 2025
OTT KPK di Banten, yang Kesembilan di 2025
HUKRIM

OTT KPK di Banten, yang Kesembilan di 2025

Desember 18, 2025
Jaksanya Diduga Kena OTT, Kejati Banten : Masih Cari Informasi
HEADLINE

Jaksanya Diduga Kena OTT, Kejati Banten : Masih Cari Informasi

Desember 18, 2025
Penuhi Panggilan KPK, Eks Menag Yaqut Irit Bicara
NASIONAL

Penuhi Panggilan KPK, Eks Menag Yaqut Irit Bicara

Desember 16, 2025
Next Post
Badan Keamanan Laut RI Menerima Kunjungan Coast Guard Vietnam di Tanjung Priok

Badan Keamanan Laut RI Menerima Kunjungan Coast Guard Vietnam di Tanjung Priok

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh