Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Seorang Pelajar SMKN 2 Kota Serang Kritis Diduga Dikeroyok Oknum Polisi

by Diebaj Ghuroofie
Agustus 25, 2025
in HUKRIM, PERISTIWA
Seorang Pelajar SMKN 2 Kota Serang Kritis Diduga Dikeroyok Oknum Polisi
Peringatan Konten Artikel ini memuat kronologi kekerasan fisik. Beberapa deskripsi mungkin mengganggu atau memicu ketidaknyamanan emosional. Ce’es BANPOS disarankan untuk mempertimbangkan kondisi psikologis sebelum melanjutkan membaca.

SERANG, BANPOS – Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Kota Serang, Arga, diduga menjadi korban kekerasan oleh sejumlah oknum polisi.

Kekerasan fisik yang dialami Arga bersama temanya terjadi pada Sabtu (23/8) kemarin pukul 03:00 dini hari. Peristiwa itu terjadi di Kawasan KP3B, Kota Serang.

Baca Juga

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026
Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu

Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026

Kepada awak media, orang tua korban menyebut bahwa mereka mendapat kabar anaknya masuk ruang IGD RSUD Banten dari pihak Kepolisian.

Namun, kabar yang disampaikan oleh pihak Kepolisian adalah Arga mengalami kecelakaan lalulintas.

“Sampai rumah sakit ada pihak kepolisian dari Polda Banten yang menyampaikan kabar bahwa anak kami Arga mengalami kecelakaan lalulintas,” ujar Benny Permadi, ayah Arga.

Menurut Benny, awalnya pihak keluarga merasa percaya infomasi yang disampaikan pihak kepolisian.

Namun Benny mengaku curiga terhadap gerak-gerik aparat kepolisian tersebut.

“Sebab kalau memang benar itu murni kecelakaan lalulintas, tidak mungkin pihak kepolisian benar-benar nungguin anak saya sampai bener ditangani oleh dokter,” katanya.

Ia pun bertanya kepada petugas kepolisian tersebut, mengapa anaknya harus ditunggu oleh mereka hingga mendapat penanganan dokter.

“Saya tanyalah pada pihak kepolisian yang mengantar anak saya ke rumah sakit, sebenarnya apa yang terjadi dengan anak saya? Ini kok tumben pihak kepolisian mau nungguin anak saya. (Mereka bilang) ‘atas perintah pimpinan’,” ucap Benny menirukan ucapan polisi tersebut.

Sementara itu, saksi mata kejadian yang juga teman korban, kepada awak media menyebut bahwa cedera serius di bagian kepala yang dialami  Arga bukan karena kecelakaan lalulintas, melainkan dipukuli oleh oknum aparat yang sedang melakukan patroli di KP3B.

Saksi kunci yang tidak mau namanya disebutkan ini menceritakan awal kronologis kejadian tersebut.

Ia mengatakan bahwa dirinya bersama empat orang temanya, salah satunya Arga, awalnya  hanya nongkrong di sebuah bengkel.

“Tadinya kami nongkrong di bengkel temen, terus saya diminta tolong ambilin spare part motor. Ya sudah kami bergegas untuk ambil itu spare part motor,” katanya menceritakan.

Ia berempat pun pergi menggunakan dua motor. Pada saat itu, Arga pun hendak mengisi bahan bakar untuk kendaraannya.

“Singkat cerita, spare part motor sudah kita ambil. Terus kita mampir ke pom bensin buat ngisi bensin, lalu motor yang dipakai Arga lampunya error (mati), akhirnya kami jalan pelan-pelan,” ujar saksi.

Pada saat itu, pihaknya bertemu dengan rombongan Kepolisian yang tengah patroli menggunakan motor trail.

Tiba-tiba, rombongan polisi itu putar balik untuk mengejar mereka. Panik karena tiba-tiba dikejar meski tidak merasa salah, kecuali tidak menggunakan helm dan knalpot tidak standar, mereka pun tancap gas.

“Terus saya dipukul sama polisi menggunakan helm bagian badan, tapi saya tidak apa-apa. Sedangkan Arga dipukul bagian kepalanya langsung pingsan dan jatoh dari motor. Pas jatoh dari motor Arga masih dipukulin pakai tongkat dan helm di bagian kepala,” imbuh saksi.

“Kami siap membantu keluarga Arga untuk membuat laporan kepolisian, dan kami juga siap menjadi saksi karena kami juga tidak terima sahabat kami diperlukan seperti itu oleh polisi,” ucap saksi lagi.

Mendengar cerita dari saksi, Benny Permadi ayah dari Arga sangat kecewa dengan ulah oknum kepolisian Polda Banten.

“Jika anak saya salah karena menggunakan knalpot racing dan tidak memakai helm pada saat berkendara, seharusnya anak saya dilakukan pembinaan oleh kepolisian, bukan malah dipukul,” tandas Benny.

Berdasarkan hasil visum, didapati bahwa tengkorak bagian bawah Arga mengalami kehancuran diakibatkan benturan benda tumpul. Sementara pada bagian atas tengkorak, mengalami pergeseran. Hal ini berpotensi membuat Arga mengalami cacat seumur hidup. (*)

Tags: ArgaKekerasan polisikorban kekerasan aparatKota SerangKP3B Kota Serangoknum polisiPolda BantenRSUD BantenSMK 2 Kota Serang

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?
PEMERINTAHAN

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026
Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu
PEMERINTAHAN

Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu
PEMERINTAHAN

Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
HEADLINE

Enggan Disebut Zalim, Kadindikbud Klaim Pemkot Serang Justru Lakukan Percepatan Kebijakan untuk Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Kondisi Kantor Walikota di Puspemkot Serang yang berada di KSB, Cipocok Jaya, Kota Serang.
HEADLINE

Sebar Misleading Soal Gaji Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkot Serang Disebut Tak Berbudi

Februari 27, 2026
Next Post
Polda Banten Dalami Dugaan Pengeroyokan Pelajar SMKN 2 Kota Serang oleh Oknum Polisi

Polda Banten Dalami Dugaan Pengeroyokan Pelajar SMKN 2 Kota Serang oleh Oknum Polisi

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh