PANDEGLANG, BANPOS – Sebanyak delapan orang mahasiswa IPB University dari berbagai jurusan telah sukses melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kupahandap, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, selama 40 hari pengabdian yang dimulai sejak 24 Juni hingga 2 Agustus 2025.
Kedelapan mahasiswa tersebut di antaranya Hamdan Ali Wafa dari jurusan Biologi, Keisya Khadija Suyono dari jurusan Agronomi dan Holtikultura, Aqilah Khairunnisa Hanum dari jurusan Gizi Masyarakat, Sabila Nurfazrin dari jurusan Biologi.
Lalu Amanda Putri Suryandari dari jurusan Gizi Masyarakat, Septi Mardiana dari jurusan Ilmu Ekonomi Syariah, Ignatius Hadianto Pauta dari jurusan Agronomi dan Holtikultura, dan Yoga Kusumo Titis Maha Dipa dari jurusan Kimia.
Melalui sinergi keilmuan lintas disiplin dan pendekatan partisipatif, para mahasiswa ini menjalankan lima program kerja utama yang disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
Ketua Kelompok KKN IPB, Hamdani Ali Wafa, mengatakan bahwa Kelompok KKN IPB di Desa Kupahandap terdiri dari mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan, yakni Agronomi dan Hortikultura, Gizi Masyarakat, Biologi, Kimia, dan Ilmu Ekonomi Syariah.
“Kolaborasi ini memungkinkan pengembangan program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat desa secara holistik. Lima program kerja utama yang telah dijalankan diantaranya Pekarangan Pangan Lestari (P2L),” kata Hamdani kepada BANPOS, Sabtu (23/8).
“Program ini mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri dengan penanaman sayuran dan tanaman rimpang, serta edukasi tentang pembuatan pupuk organik cair dan pemupukan alami,” lanjutnya.
Program Sehat Ibu dan Anak Sejak Dini (Sehati) yaitu program edukasi gizi yang ditujukan bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita, dengan materi utama meliputi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).
“Kegiatan ini diselenggarakan di lima posyandu yang tersebar di Desa Kupahandap,” ujarnya.
Program Sosialisasi dan Teknologi Budidaya Padi IPB Prima (Sipadi Prima) yaitu program pelatihan pertanian yang mengenalkan teknologi budidaya padi IPB Prima kepada petani.
“Teknologi budidaya padi IPB Prima tersebut mencakup benih unggul, tanam jajar legowo, pemupukan alami, dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) ramah lingkungan,” jelasnya.
Program Tanami, program ini merupakan kegiatan pertanian edukatif berupa proses penanaman jagung mulai dari penyiapan lahan hingga penanaman benih bersama siswa-siswi MTs dan MA Daar Al-Mu’min.
“Terakhir adalah FunLab. Program edukasi interaktif berupa praktikum indikator asam basa dan pasta gigi gajah untuk siswa sekolah dasar yang dikemas dalam bentuk eksperimen sains sederhana untuk membangun minat terhadap ilmu pengetahuan sejak dini,” katanya.
Menurutnya, program-program tersebut disusun berdasarkan hasil pemetaan potensi dan permasalahan desa, serta diskusi dengan aparatur dan tokoh masyarakat setempat.
“Selain menjalankan program kerja utama, mahasiswa KKN IPB juga aktif berbaur dan bersosialisasi dengan masyarakat. Mahasiswa KKN IPB turut membantu kegiatan posyandu, menghadiri pengajian, hingga ikut serta dalam hajatan warga. Sehingga kehadiran mahasiswa bukan hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial warga Kupahandap,” terangnya.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan KKN ini mendapat sambutan hangat dan partisipasi aktif dari warga. Antusiasme masyarakat, mulai dari petani, ibu rumah tangga, hingga anak-anak sekolah, menjadi bukti keberhasilan pendekatan yang dilakukan oleh para mahasiswa.
Kehadiran mahasiswa KKN IPB di Desa Kupahandap telah meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi para mahasiswa sendiri.
Lebih dari sekadar menjalankan tugas akademik, program ini menjadi ruang pengabdian bermakna, tempat menemukan keluarga baru yang penuh kehangatan, serta pengalaman lapangan yang akan menjadi kenangan dan pembelajaran seumur hidup.
“Dengan berakhirnya masa pengabdian, mahasiswa berharap seluruh program yang telah dijalankan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat, serta menjadi pijakan untuk kolaborasi lebih lanjut antara IPB University dan Desa Kupahandap di masa yang akan datang,” ungkapnya. (*)



Discussion about this post