JAKARTA, BANPOS – Penerbangan perdana menggunakan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) mendapat apresiasi penuh dari pemerintah.
Pesawat komersial Pelita Air rute Jakarta–Bali lepas landas dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (20/8).
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menegaskan penyaluran SAF berjalan lancar.
“Kami memastikan distribusi Pertamina SAF berjalan dengan baik sehingga penerbangan perdana ini dapat terlaksana dengan lancar. Lebih dari itu, bahan baku SAF berasal dari minyak jelantah yang dikumpulkan masyarakat, mulai dari restoran, rumah tangga, hingga usaha kecil. Dengan cara ini, pengembangan ekosistem Pertamina SAF tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (22/8).
Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno menyebut SAF jadi instrumen strategis diplomasi energi Indonesia.
“Pertamina Group harus menjadi pelopor. Seharusnya kita sebagai negara yang mampu, yang pertama dan satu-satunya di ASEAN yang membuat SAF sendiri bisa memiliki hak dalam konteks riset, pemasaran, dan kebijakan. Indonesia itu punya aset untuk menjadi pemimpin di kawasan global,” ungkap Havas.
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dadan Kusdiana menilai, SAF bagian dari arahan Presiden.
“Ini adalah program Asta Cita yang harus terus kita laksanakan, yaitu ketahanan energi, dan untuk yang ini tidak hanya ketahanan energinya tapi juga swasembadanya, jadi kemandiriannya juga semakin kuat. Pertamina SAF telah naik kelas karena memiliki sertifikasi keberlanjutan yang diakui global,” kata Dadan.
Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Odo R.M. Manuhutu menegaskan target besar.
“Momentum ini menunjukkan komitmen nyata Indonesia dalam dekarbonisasi sektor aviasi. Kita memenuhi komitmen Net Zero Emission di sektor aviasi pada 2050, dan peta jalan SAF ini adalah salah satu upaya kita mencapainya. Harapannya nanti Indonesia bukan hanya pengguna, tapi juga pusat inovasi. Tujuannya menjadikan Indonesia benar-benar pusat, Indonesia harus menjadi nomor satu paling tidak di Asia Tenggara,” ucap Odo.
Acara peluncuran dihadiri jajaran pejabat pemerintah, komisaris, dan direksi Pertamina Group.
Penerbangan komersial perdana Pertamina SAF jadi tonggak penting Indonesia menuju Net Zero Emission 2060. (RM.ID)

Discussion about this post