LEBAK, BANPOS – Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat memutuskan kemiskinan di daerah itu, karena bahan pokok pangan dipasok dari kearifan lokal berupa produksi pertanian, perikanan dan peternakan daerah setempat.
“Kita menilai program MBG sangat mulia dan bisa pemenuhan gizi anak dan ibu hamil juga peningkatan ekonomi, sekaligus memutus kemiskinan,” kata Bupati Lebak Hasbi di Lebak, Jumat.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lebak mendorong Program MBG secepatnya di 28 kecamatan setelah sebelumnya sudah ada di dua titik di Kecamatan Cipanas dan Cibadak.
“Kami optimistis program MBG bisa memutus kemiskinan,” kata Mantan Anggota DPR RI Komisi VIII itu.
Menurut dia lagi, Program MBG bisa menghasilkan pendapatan ekonomi masyarakat, karena bahan pokok pangan dipasok dari kearifan lokal dari produksi pertanian, perikanan dan peternakan.
Sebab, produksi beras, sayuran , ikan, daging unggas untuk kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Semua produksi pangan lokal itu untuk mendukung program MBG,” katanya menjelaskan.
Ia menyebut Program MBG berdampak terhadap pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai instruksi Presiden Nomor 8 tahun 2025.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kemiskinan di Kabupaten Lebak tahun 2024 tercatat 111.000 jiwa dan di antaranya 5.691 Kepala Keluarga (KK) masuk kategori miskin desil 1 atau miskin ekstrem.
Bupati itu menambahkan, pemerintah daerah melalui perusahaan BUMD Niaga Lebak akan membangun Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan beras berkapasitas 50 ton per hari.
Pembangunan RMU itu, nantinya menyerap gabah petani untuk dijadikan beras , sehingga bisa memenuhi kebutuhan SPPG.
Misalnya, kebutuhan beras untuk satu dapur SPPG sebanyak 300 kilogram per hari maka jika terdapat 10 SPPG maka dibutuhkan 3 ton beras per hari.
Produksi beras juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan jika harga beras Rp13.000 per kilogram maka dikalkulasikan dengan 3 ton, sehingga bisa menghasilkan Rp39 juta.
Selain itu juga ditambah daging unggas, tempe, ikan dan aneka sayuran.
“Saya kira perguliran ekonomi itu dapat memutuskan kemiskinan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengajak masyarakat agar mengembangkan sektor pertanian, perikanan dan peternakan karena bisa ditampung SPPG guna mendukung program MBG.
“Kita menjamin ketersediaan produksi pangan lokal cukup untuk memenuhi dapur SPPG dan tidak mendatangkan dari luar daerah,” katanya. (ANTARA)



Discussion about this post